Uhibbukifillah..


Ukhuwah ibarat satu janji yang diikat dalam Hati..

Tidak dapat di LiHat, tidak dapat di Raba… seDetik di maTA, selamanya di Jiwa…

Itulah indahnya ukhuwah yang telah dan akan selalu kiTA jalin….

Klikk.. Suara pesan masuk di layar kaca laptopku malam itu..

Seseorang : Assalamu’alaykum wr wb

Saya : Wa’alaykumussalam wr wb. Kenapa teh?

Seseorang : Nggak cuma mau nyapa aja dan bilang.. ” Uhibukifillah, Ukhti”

Saya : hmmmm.. terharu teteh.. makasiiiii

Seseorang : Walaupun kita tak pernah satu amanah, tapi teteh sayang banget sama kamu.. hehe lebay yha?

Saya : Nggak lebay ko teh.. Justru aku sangat senang sekaliiii.. Ternyata masih ada yang sayang sama aku, Padahal kita tak pernah duduk bersama dalam satu amanah..


Itulah beberapa bait percakapan aku dengan seorang teteh. Hemm.. terharu.. dan begitulah adanya. Terlalu sulit untuk mendefinisikan sebuah kata ‘Cinta karena Allah’. Kata tersebut lebih mudah diungkapkan dalam bahasa abstrak akan tetapi mampu menyentuh objek dengan nyata dan terasa. Kita tidak pernah bisa mengukur seberapa besar rasa cinta kita kepada seseorang. Hanya yang merasakannya yang mampu mengukur seberapa besar rasa itu. Dan kita pun takkan bisa menuntut seseorang untuk memberikan rasa cintanya sama halnya dengan jumlah rasa cinta yang kita berikan kepada dia. Karena pada dasarnya timbal balik rasa cinta itu bergantung dari jumlah yang ia memang rasakan dan bagaimana karakter dia dalam mengungkapkan rasa itu.

Ada sebuah hadits dari Rasulullah yang menjadi inspirasi untuk mengembangkan rasa sayang sebesar hasrat untuk menjadi bagian dari suasana indah tersebut.Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka juga bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada, bahkan para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” Ketika ditanya para sahabat, Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah dan saling berkunjung karena Allah.” (H.R. Tirmidzi). Memang layaklah seorang pecinta karena Allah mendapatkan kehormatan tersebut di akhirat nanti karena ternyata memang tidak mudah untuk mencintai karena Allah semata. Kalau boleh aku mengartikan sebagai rasa sayang yang mengalir begitu saja tanpa harus ada alasan, apalagi tuntutan. Sulit sekali bukan?

Jika engkau mencintai saudaramu karena Allah, sampaikanlah karena itu akan mengekalkan persaudaraan di antara kalian.” Begitu pesan Rasulullah. Aku sampaikan ini atas nama sayang yang aku punya yang mudah-mudahan semua sahabat-sahabatku bisa rasakan. Semoga kita bisa menjadi bagian dari cahaya tersebut karena cahaya itu ada di sekeliling Arsy, tempat yang dirindukan hamba yang merindukan Allah. Wallaahu a’lam. (pesan seseorang, dapet dari sebuah blog, tapi saya lupa siapa, udah lama banget soalnya..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s