Masya, Anak ITB?


” Ya Allah, gimana sih, dipaksa lagi, udah tahu pakenya dari atas, ini resletting ditarik maksa ya rusak lah.. Masya nggak tahu? Anak ITB lagi..” Gumam seorang ibu yang berdiri di sampingku tatkala takbiratul ihram akan dikumandangkan sang Imam masjid Salman. Sejenak saya terpikirkan, ah menyandang nama MAHASISWA ITB ternyata sungguh berat. Padahal kita sama-sama manusia. ANAK ITB juga MANUSIA. Catat itu !

Saya punya grade cukup bagus tidak membuat saya menjadi malaikat atau apapun selama di ITB. Sampai saat ini saya masih berstatus MANUSIA sama dengan kalian. Dan teman-teman yang lain pun sama, tidak menjadikan seseorang menjadi superGENIUS. Kecuali emang yang udah GENIUS😀. Hanya saja bagi Anda yang berstatus MAHASISWA ITB, lihatlah betapa orang-orang di sekeliling Anda begitu menyanjung dan meninggikan Anda. Bahwa Anda BISA melakukan semuanya. Secara anak ITB Getoo…..

Dan tahukah Anda wahai para Scientist, Teknokrat, Desainer, and Artist ITB, kalian adalah orang-orang terpilih yang bisa mengenyam dunia pendidikan tinggi. ITB Lagi, kurang apa lagi sih? Tapi pernah mikir seperti inikah? Berpikir bahwa kelak Anda adalah andalan masyarakat Indonesia untuk membangun negeri ini yang tengah porak poranda di terjang angin ribut. Berbagai isu yang terdengar hanya negatif saja. Banyak sih yang positifnya. Tapi seperti Anda tahu bahwa, apa yang paling memberikan ratting tertinggi maka isu itulah yang paling banyak diperbincangkan. Atau yasudlah ya, setelah gue lulus, cari kerja dengan gaji  50 juta, terus nikah, terus punya rumah, mobil, dan lain-lain.

Ah, hanya segelintir saja ternyata yang berpikir membangun negeri kita. Isinya hanya orang-orang oportunis yang mendapatkan kesempatan belajar di ITB karena “gue orang kaya boi, bapak gue pejabat, bapak gue dirut PT. Z, dan lain-lainnya”. Bahkan saya pun tak tahu masuk kualifikasi mana. Yang jelas nih teman-teman motif apapun kalian masuk ke ITB, baik sekedar cari gengsi lah, cari jodoh lah, cari beken lah, cari duit lah, atau juga cari ilmu lah, jangan pernah lupakan bahwa, kita adalah Agent of change. Agen Perubahan. Anashir Taghyir..

Jadi selama kamu di ITB manfaatkanlah waktumu untuk menimba ilmu setinggi mungkin sesuai dengan bidang keahlianmu. Kemudian terjunlah ke masyarakat dengan rasa haru dan keyakinan bahwa ” Aku bisa Membangun Negeriku!”. Dan lihatlah sekeliling kamu sekarang, semua menaruh harapan bahwa KITA mahasiswa ITB adalah salah satu generasi yang mampu membangun peradaban Indonesia. Bukan hanya memberi beban pada bangsa kita tapi memberi keringanan kepada bangsa KITA.. Ayo bangkitlah wahai pemuda pemudi Indonesia ! Siapkan perbekalan dan amunisimu! Karena jalan itu masih panjang nan berliku,,,

Lagi semangat mengIndonesia..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s