Nyantai sambil NgeTeh..


“Ma, keknya bakalan lanjut S2 ke luar negeri deh.. InsyaAllah lulus Juli ini (kalo nggak ada halangan).. Tahun depan ngambil S2 ke Jepang.. nya nya nya?” ceritaku pada mama sore itu.

“nyarios weh ka si bapa heula.. Ari mama mah sok wae, tapi n**** heula..” -_-‘ harapan punah sudah..

“itu nya ntar lah pas balik ke Indonesia, 2014 ma…. malas lah kalo itu heula..” jawabku tak mau kalah sambil sesekali menyeruput teh.

“bukan gitu, kamu tuh cewe, masak mau jaid perawan tua, malu dong (ngomongnya dalam bahasa Sunda sih..)”

“ya.. itu mah kan di tangan Allah.. Emang belum saatnya.. makanya kuliah dulu..”

“teu kenging pokokna mah, upami bade kuliah ka luar negeri keudah gaduh pameugeut heula pokokna mah. Lain kunanaon, hariwang mama mah…”

Ya, jadi bagi Anda, para wanita lajang sebaiknya jika Anda ingin melanjutkan studi ke luar negeri ada baiknya Anda sudah memiliki mahram.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah dahulu.” (Al-Ahzab : 33).

Didalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Janganlah seorang wanita pergi (lebih dari) tiga hari kecuali bersamanya seorang mahram.” (HR. Muslim)

Menurut ayat Allah tersebut memang maksud ketentuan syari’atnya menyeru para wanita agar menetap di rumah, menahan diri agar tidak keluar kecuali untuk suatu kepentingan.Namun nasihat Al-Qur’an tersebut bukan bermaksud bahawa kaum wanita harus menetap di rumah selama-lamanya dan tidak boleh keluar sama sekali, juga bukan bermaksud merendahkan kehormatan wanita apalagi mengikis kehidupan sosialnya, sebagaimana tuduhan kebanyakan musuh-musuh Allah, justeru sebaliknya Al-Qur’an ingin menunjukkan suatu jalan pemeliharaan diri yang dapat ditempuh dengan kehendaknya sendiri dan bukan ditentukan oleh kehendak orang lain

Syarat-syarat keluar rumah bagi para wanita:

1. ADANYA IZIN, Menurut Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa menyebutkan bahwa dalam hal meminta izin ini ada dua hal, yaitu bagi wanita yang telah menikah, izin yang dimaksud adalah izin dari suami, sedang bagi wanita yang belum menikah izinnya adalah izin dari orang tuanya. Dan untuk meminta izin, ada izin umum dan ada izin khusus. Izin umum adalah meminta izin keluar rumah untuk keperluan yang memang dianggap keperluan rutin, seperti belanja, sekolah dllnya. Hal ini tidak perlu setiap kali keluar meminta izin tapi cukuplah sekali minta izin, sedang untuk meminta izin untuk keperluan yang jarang-jarang seperti silaturrahim, menjenguk orang sakit dllnya, maka perlu meminta izin dahulu setiap akan pergi untuk keperluan tersebut.

2. UNTUK KEBAIKAN, seperti:· Pergi menuntut ilmu· Pergi untuk beramar ma’ruf nahi munkar (berda’wah)· Silaturrahiim· Berdagang atau bekerja

3. TIDAK BERTABARRUJ maksudnya tidak bersolek dan berdandan, tidak memakai perhiasan-perhiasan yang menarik, sehingga mengundang syahwat kaum lelaki, juga tidak memperlihatkan keindahan tubuhnya.

4. MENUTUP AURAT DAN MENJAGA ADAB-ADAB ISLAM Menutup aurat ketika keluar rumah merupakan kewajiban syar’i yang harus dipatuhi oleh setiap muslimah yang telah akil baligh, busana yang menjadi standard syar’i.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

Tidak halal bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat untuk keluar tiga hari ke atas melainkan bersama-samanya bapanya atau saudara kandung lelakinya atau suaminya atau anak lelakinya atau mana-mana mahramnya. (di dalam riwayat lain, ada dinyatakan satu hari satu malam, dan dua hari dua malam)-hadith riwayat Bukhari dan Muslim

sumber : http://abusyahirah.blogspot.com/2011/01/hukum-wanita-keluar-rumah.html

Pun ketika saya bertanya pada murabbi saya terdahulu terkait ini. Jadi ketika hendak melanjutkan studi ke luar negeri maka benar-benar harus dipersiapkan segala halnya dengan baik. Terkadang, sering berkata, susah juga ya jadi manusia istimewa. Ini tulisan saya tulis untuk sahabat saya yang ngebet pengen ke Jepang. Saya juga ding, ingin. Bahkan teteh saya mau ke Ceko, kuliah.. Aku nggak boleh sama mama, nasib anak bungsu, cewek pula. Tapi ndak apa-apa.. Pasti akan ada kesempatan lain. Nggak Jepang, Jerman pun jadi. Lhooo.. Hehe

Semoga bermanfaat bagi teman-teman akhwat yang hendak studi ke luar negeri..😉

6 thoughts on “Nyantai sambil NgeTeh..

    • dimana-mana, mas’ul duluan,,,

      rubah planning, kuliah FKM UI.. (haha, masa pembujukan mama)

      makan mulu deh, salah kalian, susah banget deh dikumpulin.. katanya mau nanya djie? gimana kabar dunia pertatabogaan yang akan kau tanyakan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s