Ukhuwah Pukul Enam Pagi


Ketika diminta menuliskan pengalaman paling menarik selama di Gamais, saya jadi teringat dengan syuro jam enam pagi selama satu tahun kepengurusan. Didinginnya pagi Kota Bandung. Beralaskan lantai marmer masjid Salman atau karpet CC kampus atau musbun, untungnya nggak di taman ganesha. Alamat bentol-bentol jam segitu udah nongkrong di tasha. Hehe

Saya mungkin pernah menjadi salah satu barisan yang menanyakan, mana ukhuwahnya? Ah, ukhuwah itu SEMU. Ya, mungkin saya pun pernah merasakannya. Jujur saya pun pernah mengharapkan itu kawan. Ntah mengapa, ditengah tembok angkuh kampus terbaik bangsa. Yang kadernya tercatat sangat banyak. Yang semua militan. Tapi, individualisme itu terkadang memang terasa. Tak dapat dipungkiri, saya pun merasakan dan terbawa itu semua. Atau mungkin emang dasar saya yang nggak gaul. hehe. Yang jelas dulu saya pernah merasakan itu.

Sekarang?

Saya sekarang, merasakan bahwa ukhuwah itu memang ada. Aku menyebutnya Ukhuwah Pelangi Pukul Enam Pagi. Filosofinya, coba artikan sendiri yha.. Hehe.. Hanya saja yang saya pelajari adalah “Ukhuwah itu memberi, bukan hanya menerima teman”. Kalo selalu ingin menerima mah, seumur-umur juga kamu nggak bakalan ngerasain indahnya ukhuwah.

Ukhuwah itu emangnya apa sih? Kayaknya saya pernah nulis ini di blog edisi bulan tahun lalu. Coba search ajalah ya. Ini coba saya deskripsikan sesuai dengan yang ingin saya utarakan pada postingan kali ini. Ukhuwah itu adalah persaudaraan berlandaskan keimanan kepada Allah swt. Bener tak? (–> kalo salah dikoreksi yha).

Menurut Hasan Al Banna dalam Risalatut Ta’alim mengatakan bahwa “yang dikehendaki dari ukhuwwah adalah terjalinnya hati dan ruh dengan jalinan aqidah adalah jalinan paling kokoh dan paling mahal. Ukhuwwah merupakan saudara iman, sedangkan perpecahan adalah saudara kekafiran. Awal dari kekuatan adalah kekuatan persatuan, sementara persatuan itu tidak akan ada tanpa cinta. Serendah-rendahnya cinta adalah lapang dada dan yang tertinggi adalah itsar. Al-akh yang shalih akan melihat saudaranya lebih utama di banding dirinya sendiri karena bila tidak bersama mereka, mereka bersama yang lain. Sementara mereka bila tidak dengannya, maka akan dengan yang lain. Sesungguhnya serigala hanya akan memakan kambing yang menyendiri. Mukmin yang satu bagi mukmin yang lain ibarat bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Demikianlah seharusnya yang terjadi”

Nah, disini di keluarga ini saya menemukan orang-orang yang senantiasa memberikan ukhuwah kepada orang lain. Mungkin tidak semuanya, tapi beberapa itu yang saya rasakan. dan efeknya? What amazing effect ! Dan yang paling penting dalam ukhuwah itu KOMUNIKASI. Komunikasi yang baik menjadikan semua lancar dan berjalan dengan baik. Sekesal apapun ketika komunikasi terjalin, InsyaAllah semua akan normal kembali. Betul? I think so.

Yang jelas yang saya rasakan, ukhuwah itu saling mengenal pribadi saudara kita berbagai karakter dan latar belakang. Kenapa dia bisa bersikap galak? pasti ada sebabnya ! kenapa dia sangat unik? karena dia terlahir berbeda dan dibedakan ! Kenapa dia aneh? karena dia unik. Terus kenapa kalian ingin tahu? Karena kita saudara makanya harus tahu !

Ukhuwah itu saling mengerti saling memahami. Betapapun saya kesal harus pergi ngampus subuh-subuh, tapi saya mulai belajar mengerti kesibukan kami masing-masing di tempat lain. Dengan begitu semua lancar semua senang. Tentunya komunikasikan!

Ukhuwah itu saling membantu. Pernah suatu kali saya merasa sangat kesal. Apa-apa saya, apa-apa saya, tapi perlahan saya sadari, kalau bukan saya siapa lagi. Kerjakan dengan baik. Karena saudara itu harus saling membantu ketika mengerjakan amanah bersama. Jangan sampai saling menzhalimi satu sama lain. Makanya perlu kenal. Tak kenal maka sulit minta tolong. Haha..

Ukhuwah itu saling sepenanggungan. Merasakan kesulitan bersama. Mengerjakan amanah bersama. Patungan dana bersama. Memberi surprise bersama. Semua dilakukan bersama-sama. Atas nama persaudaraan. Semua saling bersatu untuk kebaikan. Itulah ukhuwah, persaudaraan berlandaskan visi yang sama yaitu keridhaan Allah.

Ukhuwah itu itsar. Berlomba-lomba mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan kita sendiri.

Selama itu, saya menyadari dengan saling mengenal tak ada segan untuk meminta tolong atau memberikan pertolongan… Itulah hal yang paling menarik bagi saya ketika berada satu tahun bersama mereka. dan benar adanya yang paling terasa oleh saya adalah Ukhuwah Pelangi Pukul Enam Pagi. Hehe

Honto ni arigatou gozaimasu..

😉🙂😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s