Recovery limbah SBE..


Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia. Pada tahun 2007 produksi CPO (Crude Palm Oil) Indonesia yaitu sebesar 17,5 juta ton sedangkan Malaysia hanya memproduksi CPO sebesar 17 juta ton (www.bisnisindonesia.com). Ekspor CPO Indonesia pada dekade terakhir meningkat 7 – 8% per tahun. Pada tahun 2007 ekspor CPO Indonesia sebesar 12,40 juta ton atau turun 1,1% dari 2006 sebanyak 12,54 juta ton (www.kapanlagi.com).

Minyak kelapa sawit banyak digunakan di berbagai industri, baik untuk industri pangan ataupun industri non pangan. Salah satunya adalah produk minyak goreng, Pada proses produksi minyak goreng terdapat tahapan pemurnian CPO antara lain penghilangan gum (Degumming), penghilangan asam lemak bebas (Netralisasi), pemucatan warna (Bleaching) serta penghilangan bau (Deodorisasi) (Ketaren, 1986).

Pada proses pemucatan CPO digunakan bleaching earth dengan kadar antara 0.5% hingga 2.0% dari massa CPO (Young, 1987). Bleaching earth merupakan bahan aktif yang digunakan untuk menghilangkan atau menyerap pigmen warna yang terdapat didalam CPO sehingga dihasilkan minyak yang lebih jernih. Bleaching earth yang digunakan di industri ada beberapa jenis antara lain, bentonit, activated clay, dan arang aktif. Industri pemurnian CPO di Indonesia umumnya menggunakan Ca-bentonit sebagai bleaching agent. Kebutuhan akan bleaching earth khususnya bentonit setiap tahun semakin meningkat dengan berkembangnya industri minyak nabati, namun disisi lain bentonit tidak dapat diperbaharui.

Limbah dari proses pemucatan minyak terdiri dari dua komponen utama yaitu minyak dan bentonit. Adapun minyak hasil recovery dapat digunakan menjadi metil ester (biodiesel), hal tersebut dikarenakan minyak sudah tidak lagi food grade artinya minyak sudah rusak (Young, 1987). Selain itu pemanfaatan bentonit setelah recovery ialah untuk penggunaan kembali pada proses pemucatan minyak dan juga untuk bahan baku briket. Pemanfaatan tersebut sangat baik karena potensi limbah yang sangat tinggi dengan seiring perkembangan industri pemurnian minyak sawit.

Komposisi limbah terbesar pada industri minyak atau CPO adalah Spent Bleaching Earth, yaitu bahan limbah padat yang dihasilkan dari pemurnian minyak goreng. Limbah ini masih mengandung 20-30% minyak nabati (Young, 1987). Pada umumnya industri minyak akan membuang spent bleaching earth pada suatu lahan (landfill). Tingginya kandungan minyak nabati pada spent bleaching earth sangat potensial untuk dimanfaatkan sehingga perlu dilakukan recovery, selain itu spent bleaching earth dapat dilakukan proses regenerasi untuk digunakan kembali dalam proses pemurnian minyak nabati.

Kheang et al (2007) telah melakukan penelitian mengenai proses pengambilan minyak dari spent bleaching earth (WAC dan NC) dengan dua metode yaitu solvent extraction (hexan) dan supercritical extraction (SC-CO2). Penelitian tersebut menunjukan bahwa kandungan minyak yang didapatkan dengan metode solvent extraction lebih besar dibanding supercritical extraction (SC-CO2) yaitu sebesar 30% (WAC).  Rendemen minyak yang dihasilkan dari proses recovery dengan dua jenis pelarut organik berkisar antara 16 sampai 21.74 % dari bobot limbah. Pelarut isopropanol memberikan nilai rendemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan n-hexan yaitu berkisar antara 18.75 sampai 21.74 % sedangkan n-hexan berkisar antara 16.11 sampai 17.74 %. Kepolaran pelarut organik selain berpengaruh terhadap rendemen juga berpengaruh terhadap kejernihan minyak.

Itu kasus di Malaysia, bagaimana kandungan minyak yang ter-recovery di Indonesia? Nantikan hasil penelitian saya.. hee.. Ini TA saya sebenarnya.. hehe

Hamasah bukan Hanamasa..😉

9 thoughts on “Recovery limbah SBE..

  1. Mbak, bsa sharing ga tntg pneltian ini? Kbtulan saya jg sdang mengambil jdul thesis terkait sbe ini. Kalau boleh saya mau no kontak yg bsa dhub mbak. Trimakasih mbak

  2. halo kak, bagaimana tugas akhirnya? apa saja yang kakak temukan? sekarang saya sedang kuliah limbah beracun dan sedang meriset data tentang SBE ini, baik secara karakternya maupun dampaknya bila masuk ke dalam lingkungan secara langsung,
    senang sekali bila bisa ber-email ria dengan kakak (awamcd@gmail.com)🙂

  3. Hello Mbak, Salam Kenal nama saya irfan, apakah TA-nya sudah dipublikasikan? dan apakah pemanfaatan limbah SBE dapat dijadikan industri rumah tangga? thanks

  4. kesimpulannya, limbah spent bleaching earth bisa di-reuse dan mengurangi volume limbah akhir ya?
    kapan hasil penelitiannya bisa dipublikasikan dlm blog ini?
    dituggu sekalleee…

    • tidak sepenuhnya terkurangi sih, hanya recovery dari minyak yang masih terkandung di dalamnya.. rata-rata minyak yang ter-recovery sekitar 15-20 % dari bobot limbah dari semua jenis pelarut yang saya gunakan..🙂

      Nanti jika sempat akan saya publikasikan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s