Sayangi Anakmu


Tak sengaja saya melihat tayangan TV ketika melintas di ruang keluarga. Di layar kaca sedang ditayangkan mengenai infeksi bakteri Enterobacter sakazaki terhadap salah seorang balita, sebut saja Nadine. Konon, menurut hasil lab yang dilakukan terhadap feaces bocah tersebut, dinyatakan bahwa anak tersebut menderita infeksi dari sejak berumur empat bulan. Infeksi tersebut disinyalir disebabkan oleh susu formula yang dikonsumsi bocah tersebut selama masa pertumbuhannya.Kasihan banget kan? Padahal anaknya cantik.

Selama pertumbuhannya dari mulai empat bulan hingga kini ia berumur lima tahun, dia tidak pernah mengonsumsi apapun kecuali bubur. Bahkan nasipun harus di blender. Tak seperti kebanyakan balita pada umumnya yang memakan apapun yang dia temui. Nadine, nyaris hanya memakan bubur dan susu. Selain itu dia tidak boleh terlalu lelah. Padahal untuk ukuran usia dia, pasti lagi canggih-canggihnya bandel kan? Namanya juga bocah. Jika Nadine mengalami kelelahan berlebihan, dia harus meminum antibiotik untuk mengatasi rasa pusing yang sering dia alami. Heuu..😦

Nah, menurut penelitian dari IPB, bakteri tersebut sekarang merebak lagi menginfeksi dan mengontaminasi beberapa susu formula. Bahkan Dr. Sri Estuningsih, menyebutkan beberapa merk susu yang terkontaminasi bakteri tersebut. Widiiwww. Sedih banget deh! Itukan susu yang mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia. Kan sayang tuh anak-anaknya..

JAdi apa nih? Jadi buat para ibu-ibu yang cerdas dan banyak bergaul di dunia maya, kalo baca tulisan saya, monggo dijaga anaknya agar mendapatkan gizi seimbang. Kalopun memang yang dikatakan ibu Sri itu betul, susu tersebut terkontaminasi, sebenarnya masih bisa dikonsumsi asalkan tidak memberi anak Anda hanya susu saja. Apalagi bayi yang baru berumur beberapa bulan. Kasih ASI saja, lebih aman InsyaAllah. Bagi Anda para ibu nggak perlu malu untuk menyusui hingga anak Anda berusia dua tahun. Lakukan sajolah. Ga ada yang namanya malu, buat anak Anda juga kan? Daripada diberikan susu formula dari bayi, lebih beresiko tinggi apalagi dengan tidak dibarengi makanan full of nutrition.

Terus si sakzaki itu siapa sih?

Enterobacter sakazakii bukan merupakan mikroorganisme normal pada saluran pencernaan hewan dan manusia, sehingga disinyalir bahwa tanah, air, sayuran, tikus dan lalat merupakan sumber infeksi. Enterobacter sakazakii dapat ditemukan di beberapa lingkungan industri makanan(pabrik susucoklatkentang, sereal, dan pasta), lingkungan berair, sedimen tanah yang lembab. Dalam beberapa bahan makanan yang potensi terkontaminasi E. sakazakii antara lain kejusosisdaging cincang awetan, sayuran, dan susu bubuk.

Laporan mengenai infeksi E. sakazakii menunjukkan bahwa bakteri ini dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus pada bayi. Kelompok bayi yang memiliki risiko tertinggi terinfeksi E. sakazakii yaitu neonatus (baru lahir hingga umur 28 hari), bayi dengan gangguan sistem tubuh, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) (makanya saat hamil perlu nutrisi yang seimbang, ingat ya Mbak😉 ), bayi prematur, dan bayi yang lahir dari ibu yang mengidap Human Immunodeficiency Virus(HIV).

Enterobacter sp. merupakan patogen nosokomial yang menjadi penyebab berbagai macam infeksi termasuk bakteremia, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, infeksi dalam perut, radang jantung, radang sendi, osteomyelitis, dan infeksi mata.

Angka kematian akibat infeksi E. sakazakii mencapai 40-80%. Sebanyak 50% pasien yang dilaporkan menderita infeksi E. sakazakii meninggal dalam waktu satu minggu setelah diagnosa. Hingga kini belum ada penentuan dosis infeksi E. sakazakii, namun sebesar 3 cfu/100 gram dapat digunakan sebagai perkiraan awal dosis infeksi. (http://id.wikipedia.org/wiki/Enterobacter_sakazakii)

Nah lhoo.. Serem kan? Makanya yuk kita hidup bersih, sehat, dan seimbang. Jika kita selalu hidup sehat dan bersih, bakteri nggak deket-deket deh. Tak ada yang tak bisa diatasi didunia ini, jika kita ada kemauan untuk berubah dan mengatasinya.. Ayo Hidup Sehat dan Sejahtera..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s