Alangkah Lucunya Negeriku


Copet Mall, Kita Usaha..

Copet Pasar, Kita Berjaya..

Copet Angkot, Kita Kaya..

Indonesia tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala, selalu dipuja-puja bangsa. Disana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung dihari tua. Sampai akhir menutup mata…..

Negeriku negeri yang makmur dan sejahtera. Negeri yang memiliki segala banyak kekayaan alam yang tak dimiliki negeri lain. Tak percaya? Dulu Indonesia adalah negara pengekspor cengkeh, kopi, lada, dan segala macam rempah-rempah. Memiliki berbagai macam kekayaan tambang, laut, udara (emang ada?!).. Pokoknya Indonesia the best country of the world, if…..

“Sarjana apaan?” tanya seorang warga.

“Sarjana manajemen?” jawab Muluk

“Kerja apa lo sekarang?”

“Di sekolah, bagian pengembangan sumber daya manusia” jawab Muluk kikuk.

wah bagus itu” kata pak Haji Rahmat.

=========

Muluk bekerja mendapatkan gaji dari hasil anak-anak pencopet. Yang dia ambil 10% setiap harinya. Tanpa diketahui ayahnya, pak Makbul. Suatu hari Muluk mengajak Syamsul yang merupakan sarjana pendidikan dan Pipit anak haji Rahmat untuk mengajar para pencopet itu pendidikan dan agama. Dengan gaji berasal dari 10% uang yang dihasilkan setiap harinya oleh para pencopet.

Muluk tidak berpikir itu halal atau tidak, yang jelas ia berpikir bagaimana merubah kebiasaan anak pencopet tersebut. Ia berpikir untuk membuat anak-anak tersebut menjadi pedagang asongan. Dengan perjuangan untuk meyakinkan kepada anak-anak pencopet ini untuk merubah kebiasaan mereka.

Tapi akhirnya ia, Syamsul, dan Pipit menghentikan pekerjaan mereka karena orang tua mereka tidak rela mendapatkan uang hasil copet yang tidak halal. Dan ia mengembalikan semua simpanan hasil nyopet para pencopet kepada Jarwo, bos para pencopet itu. Juga meninggalkan enam kotak asongan..

Diakhir cerita, enam kotak asongan tersebut dijajakan oleh enam pencopet cilik itu, yang dipimpin oleh Komet….

=======

“Komeettt, lariiiiiiiiiiiiiii” teriak Muluk dari mobil..

“Bang Muluk… gue ngasong sekarang…” jawab Komet dan kawannya..

“Lariiiiiii Mettt..!” teriak Muluk kembali. Ternyata ada petugas ketertiban umum yang datang untuk menertibakan para pedagang asongan atau pedagang kaki lima.

“Laariiiiiiiiiiiiiiiiiii,,,,,” jawab Komet serempak…

Saat itu ada salah satu orang yang tertangkap yang akhirnya dibebaskan oleh Muluk dengan berkelahi dan bersedia ditangkap oleh petugas tibum…

“Pak, jangan tangkap mereka, mereka bukan lagi pencopet tapi pedagang asongan” kata Muluk.

“Tapi mereka mengganggu ketertiban lalu lintas”

“Kenapa koruptor yang jelas-jelas merugikan negara bisa melenggang dengan enak, kenapa nggak ditangkap…”

Dengan wajah bingung sang petuugas hanya berkata, “Soalnya koruptor nggak mengganggu ketertiban lalu lintas kali..”

=========

Ehm.. Lucu kali memang negeriku ini. Orang yang mengambil ayam bisa sampai mati dihajar masa. Tapi koruptor masih bisa santai menonton TV di bui.. Kalo pencopet itu maling yang tak berpendidikan jelas dia tidak mengerti moral, kalo koruptor berpendidikan tapi sangat tak bermoral…

Lucunya negeriku. Ayo bangun kawan, Perjalanan ini masih panjang..

taken from- Alangkah Lucunya Negeriku movie..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s