Different is Beautiful and Painfull Sometimes!


Seperti judul yang tertera di atas. Perbedaan terkadang begitu unik dan cantik, tapi kadang menyakitkan. Begitulah, perbedaan selalu mewarnai dan memaknai kehidupan seorang manusia di dunia. Setiap orang memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pemikiran, psikologis, hingga perbedaan secara fisik. Allah tak pernah tidak berlaku adil. Dengan adanya perbedaan inilah memperlihatkan bahwa Allah itu Mahaadil. Menunjukkan keMaha-anNya yang sungguh luar biasa. Yang membuat setiap orang berdecak kagum. Yang mampu membuat orang mengambil hikmah dan pelajaran.. Begitulah perbedaan yang senantiasa mewarnai kehidupan ini.

Tulisan ini terinspirasi dari dua film yang saya tonton. Tentu berhubungan  tentang masalah yang tengah saya tulis saat ini. Judul pertama adalah Taare Zameen Par “Every child is special”. Ini merupakan salah satu film India, produksi Amir Khan, dengan gaya penceritaan yang sarat akan makna kehidupan seperti halnya film “3 Idiots“. Film ini mengisahkan seorang anak berusia sembilan tahun, yang memiliki kelainan dalam otaknya. Ia tidak mampu membedakan huruf yang terlihat sama atau kebalikannya. Ia berpikir secara terbalik. Dan ia tidak mampu menerima atau mencerna perintah dalam waktu bersamaan secara berturut-turut.

Alhasil, selama ia bersekolah, semua gurunya selalu mengatakan bahwa ia bodoh. Padahal kenyataannya ia sangat pintar. Hanya ia kurang bisa mengontrol otaknya yang terbalik2. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang guru Pak Nikumbh (starring by Amir Khan). Ternyata eh ternyata, anak tersebut yang dipanggil Ishaan memiliki perbedaan yang sama dengan Pak Nikumbh. Guru tersebut mencoba memahamkan kepada keluarganya mengenai perbedaan yang dimiliki oleh Ishaan yang biasa dinamakan, dyslexia. Namun, sang ayah tidak percaya. Akhirnya dengan bantuan sang Guru tersebut Ishaan mulai bisa membaca dan menulis dengan rapi, dan bisa berhitung serta menggambar kembali.

Sungguh cerita yang menarik, mengenai bagaimana sebuah perbedaan diterima dengan cacian atau olokan serta merendahkan. Hanya segelintir orang saja yang memahaminya. Dan tentunya hal itu malah akan membuat orang dengan perbedaan tersebut mengalami depresi. Padahal, dibalik kekurangan atau perbedaan seseorang manusia, tersimpan beragam kelebihan lain yang mungkin tak dimiliki oleh kebanyakan. Dan selama saya menontonnya, saya sungguh terharu dan menangis..

Film kedua berjudul Door to Door, salah satu film Jepang. Yang mengisahkan seorang pemuda yang mengidap penyakit cerebral pyschal. Penyakit cacat fisik yang disebabkan otak psikomotorik bagian tubuh tidak berkembang diakibatkan terkena guncangan saat kehamilan atau semacamnya. Sehingga pemuda tersebut tidak mampu menggerakan tangan kanannya, dan kaki kanannya pun tidak sempurna (lurus) sebagaimana manusia pada umumnya. Berbicara pun dia kurang jelas. Ia tinggal bersama dengan ibunya yang sangat menyayanginya. Sang ibu, mencarikan pekerjaan seperti ayahnya kepada salah satu perusahan Sales. Akhirnya ia diterima, walaupun terlihat miring dan tatapan tidak percaya dari semua rekan kerjanya.

Pemuda tersebut yang kerap dipanggil Hideo-chan, memulai pekerjaan untuk menjadi sales, dan berkunjung dari rumah ke rumah. Coba Anda bayangkan orang dengan cacat fisik menjajakan barang ke rumah-rumah. Tentu saja, ada yang memandang sebelah mata, ada juga yang dengan merasa kasihan. Tapi tak jarang, selalu menutup pintu begitu saja. Hide-chan melakoni profesinya dengan penuh kejujuran. Yang akhirnya, ia mendapatkan pelanggan yang banyak. Dan mampu menjual produk lebih banyak dari rekannya yang lain..

Cerita tersebut sangat membuat saya terharu juga. Bagaimana ketulusan seseorang untuk membantu orang lain, Hide-chan rela membantu para nenek tua yang tidak mampu memasang produknya, padahal nenek-nenek tersebut lebih sempurna dari dia tapi dia tidak menyerah, belajar bagaimana bisa menerima keadaan perbedaan yang dimiliki dengan tidak pernah menyesal atau takut diolok-olok.

Begitulah kedua film yang membuat saya mengerti dan mungkin pengalaman saya sendiri, bahwa perbedaan itu kadang indah, tapi kadang menyakitkan. Tapi saya terinspirasi mengenai dua hal, pertama bagaimana memandang sebuah perbedaan agar terlihat unik dan tidak menyakiti mereka, dan yang kedua adalah bagaimana tetap percaya diri, bekerja keras, dan tidak menyerah dengan semua perbedaan yang dimiliki.

Perbedaan yang dimiliki oleh orang lain sepatutnya bukan hal untuk diperolokan tapi untuk disyukuri. Terkadang kita tidak tahu saja dibalik semua itu terkandung beragam hikmah yang tersembunyi. Hanya saja, seperti biasa manusia selalu buta oleh ‘kesempurnaan’. Terkadang kita hanya melihat sebelah mata. Padahal, mungkin saja kita bahkan lebih banyak memiliki kekurangan dibanding orang dengan perbedaan tersebut. Jadi, pandanglah perbedaan itu sebagai suatu keindahan, kebhinekaan, bahwa kita sama-sama makhluk Tuhan. Hanya saja ujian bagi yang memiliki perbedaan agar lebih sabar menerima, sedangkan bagi yang melihat perbedaan tersebut senantiasa rendah hati dan bersyukur atas semua kesempurnaan yang ia miliki..

Different is beautiful and painfull sometimes.. Just how to feel it and try to accept your different because all of different always have another strength.. (–ngasal abis bahasa inggrisnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s