Sabar deh, Seriusan!


Semester penuh kekosongan, hanya 12 sks dengan kuliah 7 jam. Sisanya ngenet sepuasnya di lab. Ada rasa bosan. Itu sudah jelas. Tak tahu mau ngapain? Paling ngeblog di blog baru. Biasa wp sudah sangat membosankan, datar, dan yang pasti sudah banyak diketahui orang. (Emang maunya rahasia????). Apa sih?

Nyari daun mint ampe pelosok mall, ternyata jarang yang udah kering. Ya udah sih, itu aja beli. Eh, pas mau dibeli cuma seiket, jelek pula. Padahal sudah menjelang sore. Beli nggak? Ah, mana mahal pula, sayang pisan kalo jelek. Pikirku saat itu. Luna sudah menunggu untuk dipulangkan ke garasi. Akhirnya, yasudah green tea ini juga bagus.

Pulang ke rumah. Capek. Penat. Sms yang ditunggu tak kunjung membalas. Ah, sabar. Tapi tetep weh kesel, maklukm PMS tingkat tinggi. Sabar deh, Seriusan! Kan udah biasa tak dibalas sms. So, take it easy. Sudah sangat expert dengan “ignorance”. Yang penting niat kita udah baik. InsyaAllah, Allah Maha Mengetahui.

Okay, i’m fine! 10 jam berlalu.

Okay, hmmmmm. Mendesah. Memutar otak. Gimana caranya yha? 3 juta, 1 minggu? Minta papa? Nguras tabungan lagi? ah yang itu aja belum pada di balikin. Oh, jualan pulsa. Tapi lama… Atau jualan kue sus? Spagethi?Kwetiau goreng?Nasi keju??? Apa yhaaa??????? Bisnis sama bang Ed?

Taktaktaktak.. Berulang kali pulpenku ditabuhkan pada laptop yang sudah  semakin tua ini. Tapi mana mungkin keajaiban muncul, tiga juta langsung muncul. Makanya usaha.. Sabar..

Pilu, bingung, malu, ga tega, ga enak. Ih, serba ga enak deh pokoknya.. Jauh dari perkiraaanku sebelumnya. Kupikir, amanah ini bisa menambah skill dalam mengelola uang, tapi ternyata juga mencari uang. Hanya sajaaaaa…

Ah, Rabbi, tak mampu aku melakukan ini…

“‘afwan ukhti, ane tak membawa uang saat ini”

“‘afwan ukh, kagak punya duit..”

“afwan, nanti saja yha…”

Wuihhh, sabar. Kan usaha, cuy. Gumamku.

‘Maaf, aku cuma punya uang segini tapi ga ada uang buat ongkos pulang.” Oh y uda gapapa, dipake buat ongkos pulang aja..

GA TEGA! GA BERANI NAGIH!

Kalimat2 itu berputar-putar tak keruan dalam otak ini.. Padahal besoknya ujian AMDAL. Dan ternyata jadinya emang ga fokus belajar AMDAL. Terngiang-ngiang. Dengan sms yang tak dibalas, kata-kata yang membuat saya mengasihani. Sabar..

Ah, sungguh merasa bukan ahli saya dalam amanah ini.. Jika seperti ini adanya, kenapa tak dari awal saja saya jualan apa gitu.. Dasar manusia berkeluh kesah saja.. Usaha dong!

Ternyata mencari uang itu susah, apalagi minta-minta sumbangan. Hem. Butuh ketegaran dengan segala penolakan. Jadi teringat, akang2 atau teteh2 yang suka minta sumbangan buat yayasan. Entah mengapa, nasib saya kali ini sama dengan mereka. Tak jarang ditolak, atau dikatakan, ini mah ngerampok mintanya (hoho, iya sih), atau tak jarang pula uang mengalir dengan begitu mudahnya..

Benar-benar amanah yang membuat saya banyak belajar kesabaran tingkat tinggi..😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s