Chernobyl At Japan


“Sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima, Jepang, meledak pada hari Selasa 15 Maret 2011. Jika besok hujan, jangan pergi keluar. Jika Anda berada diluar, pastikan bahwa Anda memiliki pelindung hujan. Ini hujan asam. Jangan biarkan menyentuh Anda. Dapat membakar kulit Anda, kehilangan rambut Anda atau kanker. Mohon forward, tetap aman dan mengingatkan semua orang yang Anda kenal”

Kemaren malam saya mendapat sms ini dari seorang kakak tingkat yang juga dia dapatkan dari seorang kawan yang adiknya kuliah di Korea. Tersenyum saya membacanya, Subhanallah, care banget yang bikin sms ini… Nice-nice-nice.. Jadi waspadalah teman-teman..😉

Nah, apakah radiasi bisa sampai ke Indonesia? Kemungkinan itu ada. Contohnya, menurut situs ini pada saat Insiden Chernobyl yang terjadi pada 26 April 1986, paparan radiasi mencapai 1,1 km di lokasi Swedia.

International spread of radioactive substances

Four hundred times more radioactive material was released than had been by the atomic bombing of Hiroshima. However, compared to the total amount released by nuclear weapons testing during the 1950s and 1960s, the Chernobyl disaster released 1/100 to 1/1000 the radioactivity.[51] The fallout was detected over all of Europe except for the Iberian Peninsula.[52][53][54]

The initial evidence that a major release of radioactive material was affecting other countries came not from Soviet sources, but from Sweden, where on the morning of 28 April[55] workers at the Forsmark Nuclear Power Plant (approximately 1,100 km (680 mi) from the Chernobyl site) were found to have radioactive particles on their clothes.[56] It was Sweden’s search for the source of radioactivity, after they had determined there was no leak at the Swedish plant, that at noon on April 28 led to the first hint of a serious nuclear problem in the western Soviet Union. Hence the evacuation of Pripyat on April 27, 36 hours after the initial explosions, was silently completed before the disaster became known outside the Soviet Union. The rise in radiation levels had at that time already been measured in Finland, but a civil service strike delayed the response and publication.[57]

Contamination from the Chernobyl accident was scattered irregularly depending on weather conditions. Reports from Soviet and Western scientists indicate that Belarus received about 60% of the contamination that fell on the former Soviet Union. However, the 2006 TORCH report stated that half of the volatile particles had landed outside Ukraine, Belarus, and Russia. A large area in Russia south of Bryansk was also contaminated, as were parts of northwestern Ukraine. Studies in surrounding countries indicate that over one million people could have been affected by radiation.

Recently published data from a long-term monitoring program (The Korma-Report)[59] show a decrease in internal radiation exposure of the inhabitants of a region in Belarus close toGomel. Resettlement may even be possible in prohibited areas provided that people comply with appropriate dietary rules.

In Western Europe, precautionary measures taken in response to the radiation included seemingly arbitrary regulations banning the importation of certain foods but not others. In Francesome officials stated that the Chernobyl accident had no adverse effects.[citation needed] Official figures in southern Bavaria in Germany indicated that some wild plant species contained substantial levels of caesium, which were believed to have been passed onto them by wild boars, a significant number of which had already contained radioactive particles above the allowed level, consuming them.[60]

Lalu-lalu, jarak Indonesia-Jepang berapa yha? Mungkinkah sampai ke Indonesia dan lagi nih yha menurut berita yang saya baca seperti yang saya cantumkan di bawah ini.

Berikut fakta-fakta yang dilansir dari Reuters, Selasa (15/3/2011) mengenai efek paparan radiasi nuklir bagi kesehatan manusia.

* Kepala Menteri Kabinet Yukio Edano mengatakan tingkat radiasi di wilayah PLTN Fukushima mencapai 400 millisieverts (mSv) dalam waktu sejam setelah ledakan hari ini. Jumlah tersebut seribu kali lebih tinggi dibandingkan sebelum ledakan. Jumlah tersebut 20 kali lipat per tahun lebih tinggi dari tingkat paparan radiasi nuklir yang dialami orang-orang yang bekerja di bidang industri nuklir dan penambang uranium.

* Menurut Asosiasi Nuklir Dunia, pada insiden bocornya reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina, penduduk di sekitar Chernobyl mulai direlokasi saat radiasi nuklir mencapai 350 mSv.

* Manusia terpapar oleh radiasi radioaktif 2 mSv per tahun.

* Kru maskapai penerbangan yang terbang New York-Tokyo yang melewati rute kutub utara terpapar radiasi hingga 9 mSv per tahun.

* Radiasi radioaktif yang menyebabkan kanker minimal mencapai 100 mSV per tahun. Jika terakumulasi mencapai 1.000 mSv akan menyebabkan penyakit kanker yang fatal dalam beberapa tahun ke depan, angka kejadiannya 5 dari 100 orang.

* Satu dosis radiasi 1.000 mSv menyebabkan sakit seperti mual-mual namun tidak mematikan. Sedangkan satu dosis radiasi 5.000 mSv bisa menyebabkan kematian pada mereka yang terpapar selama 1 bulan.

* “Radiasi sangat akut, seperti apa yang terjadi di Chernobyl dan para pekerja PLTN Jepang, tidak mungkin mengenai seluruh populasi,” ujar pakar patologi kimia dari Universitas Hong Kong Lam Ching-wan.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/03/15/141156/1592058/10/seberapa-berbahayakah-radiasi-nuklir-di-jepang

Radiasi sudah mencapai batas paparan baku mutu lingkungan cemaran radioaktif . Menurut pak Tumiran “Tubuh manusia biasa hanya mampu menerima paparan radiasi sebesar 0,15 microsiever per jam atau 35 milisiever per tahun. Sementara, bagi pekerja yang biasa bekerja di reaktor nuklir, bisa sedikit lebih tahan yaitu mencapai 50 milisiever per tahun. Dampak dari paparan radiasi bagi tubuh manusia ini sangat kompleks, selain tubuh terbakar, juga dapat merusak sel-sel tubuh dan berdampak juga pada susunan DNA manusia. “

Menurut detiknews lagi, “Semua warga di radius 20 km dari reaktor telah diungsikan ke tempat yang aman. Hal ini karena peningkatan tingkat radiasi menjadi 1.000 kali skala normal. Sampai saat ini lebih dari 100 ribu warga sudah dievakuasi. Sekitar 19 orang dinyatakan positif terkena radiasi nuklir dan telah dirawat di rumah sakit.”

Jadi gimana sampaikah ke Indonsesia? Menurut perkiraan saya, sesuai dengan keilmuan yang saya dapat, di perkuliahan Teknik Lingkungan. Kemungkinan paparan atau partikel radioaktif itu sampai ke daerah di luar Jepang masih mungkin. Bergantung pada kecepatan angin, stabilitasnya, arah angin (crosswind downwind), dan juga jenis radioaktif (berat jenis, ukuran partikel, dll) yang terlepas kelingkungan itu apa. Jadi, kemungkinannya, coba hitung jarak Bandung-Fukushima. Arah angin yang berhembus ke arah mana? Bahan radioaktif yang terlepas ke udara itu apa dan bagaimana karakteristiknya? Kecepatan anginnya berapa?

Nah, terus ingin mengomentari (monggo dikomentari lagi jika pendapat saya salah :D), media dispersi atau pencemaran suatu pencemar tak hanya air seperti sms diatas, tapi juga udara. Jangan takut dengan hujan asam, toh sehari-hari saja jika hujan, guyuran hujan pada sekitar 5 menit pertama tingkat ph nya rendah lho (secara cemaran NOx SOx sudah tinggi, apalagi di daerah kawasan industri sono, kalo ujan, ya ujannya udah ujan asam), ga percaya coba buktikan? (saya juga ingin membuktikan hal ini, lhooo😀 haha, kan sama-sama belajar.)

Jadi sebenarnya, sampai saat ini masih dalam kondisi aman bro😮 . Alhamdulillah.. Kasus yang terjadi di Jepang berbeda sama Chernobyl, reaktor di Jepang saat meledak dalam keadaan tidak aktif sedangkan di Chernobyl lagi aktif2nya. Tapi apakah Fukushima Jepang akan mengalami kematian seperti kota Chernobyl di Ukraine? Let’s see, but i hope it’ll not happen..😉

kota mati terkena radiasi nuklir

kota mati terkena radiasi nuklir

kota mati terkena radiasi nuklir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s