One Heart


Tulisan ini terisnpirasi oleh percakapan kedua sahabat SMA saya. Jadi teringat, dulu sekali saya pernah berpikir, hal yang membedakan anak rohis dengan anak osis adalah rohis ngomongnya ana antum, kalo osis ngomongnya gue elo. Tapi setelah dipikir-pikir, kenapa harus beda kayak gitu? Toh, semua bahasa di dunia bukan milik segelintir orang saja. Kita bebas belajar bahasa asing,mulai dari bahasa internasional sampe bahasa asing Swahili. Tidak ada tentangan tentang bahasa yang kita gunakan.
Hanya saja mungkin terkadang telinga sudah terbiasa dengan kondisi yang terbentuk. Misal, kalo ngomong ane antum pasti harus jadi anak mesjid baru ngomong kayak gitu, kalo nggak kesannya aneh aja.. Haha😀. Padahal kita tuh orang muslim. Bahasa persatuan kita itu bahasa Arab. Nah, lho. Gimana ceritanya kalo Al-qur’an tertulis dalam bahasa masing-masing daerah atau negara? Kalo ada adzan atau shalat berjamaah bacaannya beda-beda dong. Makanya Allah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab agar semua merasakan bahasa persatuannya adalah bahasa Arab. Jadi nggak ada tuh ceritanya, bahasa ana antum hanya buat anak rohis saja. Semua berhak menggunakannya. Hanya tinggal pembiasaan saja mendengarnya dari mulut orang lain..
Jadi sah-sah saja kalo kamu mau ngomong pake gaya ana antum. Bahkan kalo dibudayakan kayak bahasa “elo gue”, kayaknya bagus tuh.. Ayo belajar bahasa Arab.. Fahimtum? :-p

One thought on “One Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s