3,53 BT


Do u feel, something weird with your feeling? You have feeling that can’t go out from your heart. Like, there are some big stone that impede your way. You don’t know that feeling and you can’t pull the feeling out from your soul.. I was at the situation one day ago.. Anyway, it’s a cycle of life.. So just don’t worry about that. Just relax and release it slowly..Oke, the main point from this article is try to think  whatever you can do in the next..

Ah, ribet yha.. Jadi begini, btw saya pulang lagi ke wp, lagi liburan. ^^ Kemaren, saya pergi ke suatu pulau yang melewati laut lepas. Perjalanan ke sana nyaris tak ada satupun daratan yang saya temukan. Yang ada hanya birunya laut yang terhampar luas, sesekali paus terlihat mengawal perjalanan saya itu. Saat itu saya sedang memegang selembar peta yang sudah sangat tua sekali. Dan saat itu radar otomatis menunjukkan 3,53 BT. Wah perjalanan saya masih jauh ternyata.

Banyak sekali daerah-daerah yang harus dilalui untuk sampai ke sana. Mulai dari lingkaran air yang jika kau tak hati-hati maka kau bisa saja tersedot kedalamnya. Kawanan hiu bertaring yang mampu memporak porandakan kapal pesiarmu, karena jumlah mereka yang ratusan bahkan jutaan. Menyusuri hambatan angin laut yang kencang berhembus, jika kau tak hati-hati maka bolehlah kau terbawa dan kapalmu terbalik. Bertahan dari tingginya ombak laut, yang bisa dengan mudah membalikkan kapalmu dan membuatnya karam.

Sungguh perjalanan yang tidak mudah. Penuh tantangan. Tapi begitulah caranya agar aku bisa sampai menuju pulau itu. Tak dinyana, sesaat setelah radar menunjukkan derajat 3,53 BT, dimana letak pulau itu semakin dekat. Angin kencang tiba-tiba datang dan menerbangkan peta yang saya bawa saat itu. Saya bingung, sebagai nahkoda kapal ini, saya tak tahu jalan mana yang harus saya ambil. Jalan kiri? Kanan? atau Lurus terus melangkah menerjang ombak ke depan.

Sungguh saya tak tahu jalan mana yang harus saya ambil. Tanpa peta itu, semua semakin abu-abu. Bias. Mungkin jika saya pernah ke pulau itu, saya bisa meraba arah mana yang saya ambil. Hanya saja ini pertama kalinya saya berkunjung ke pulau itu. Riak-riak air menemani saya, dalam kebingungan di tengah-tengah samudra yang ntah apa namanya. Tak ada satupun yang tahu dimana saya berada. Semua diam, tak ada yang berkomentar. Tanpa peta apalah daya. Dan kini saya masih berada di tengah laut, kehilangan arah, dan jejak untuk melangkah.. Dan hanya Allah lah, sebenar-benar penolong saya..🙂

taken from the never eneding story..

======

Terkadang manusia selalu dihadapkan pada beragam pilihan, beragam hambatan, beragam rintangan, dan ragam lainnya. Tapi, sesulit apapun, ada Dia yang Maha Penolong yang bisa dimintai kapan saja dimana saja dalam keadaan apapun. Suatu kali, semangat berkobar, namun suatu waktu tertentu kembali padam. Adakalanya sesekali kita harus kembali mengecek apa impian dan tujuan yang hendak dicapai, dan merancang ulang bagaimana kehidupan Anda selanjutnya. Jangan sampai, kehilangan arah dan tujuan hendak ke mana kau bawa hidupmu. Begitulah hidup, penuh rencana dan strategi untuk mencapai pulau impian yang kau inginkan. Dan berhati-hatilah dalam meraihnya, karena rintangan selalu menghadang, yang mampu membuatmu kehilangan arah dan jejak..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s