Ica Punya Cerita : Kaktus BerTAring


“Ca, si NTK nya pindahin ke erlenmyer dong. Mau dipake soalnya” kata mas Agi.

“Lho, tapi kan belum selese analisanya, belum nyampe bening nih.. gimana dong?”

“Gapapa ntar dipanasin lagi, deadline nih mau nganalisis sampah buat project”

“ehm… Ok.. :-(”

====

“Ca, tolong kerjain ini yha, hubungi pemateri, pinjem alat, buat sertifikat, publikasi, peserta, pendaftaran, dan lain lain. Oh iya, sama urusin agenda ini juga yha..”

“Ok, teh”

====

“Ca, gimana kabar si forum itu teh?”

“Iya, baik, nanti akan di arrange lagi insyaAllah, teh”

====

“Ica, gimana TA teh, berapa kadar minyaknya?” kata pak pembimbing.

====

“Bukan gitu tahu, harusnya gini-gini-gini, kita kan emang beda, ya udah sih, terserah aja” jawab Ica pada temannya.

“Lho, tapi kan Ca, kata bapak gini-gini-gini, kamu jangan sotoy, hahaha..” jawab temannya.

“Ya udahlah, terserah kamu ajah” Ica makin gila.

====

“What’s the problem, sweet heart? Can i help you? It looked like you want eat them (human). Hello, you’re a girl, did u do like that to your friend?” asked her sister.

“Entahlah, aku juga ga tahu, ingin marah-marah mulu, semua yang beda dengan aku pasti aku sanggah, sekalipun padahal mereka benar. Mereka baik. Aku sangat konyol akhir-akhir ini.. Kalo ada yang ngasih komen berasa mau ngajak perang. Ah, bisa perang beneran ini……”

“Hmmm… Kamu punya masalah sama orang?”

“Nggak, masalahnya ada pada diri Ica sendiri deh teh”

====

Jadi, ceritanya si Ica ini, sedang mengerjakan sebuah Tugas Akhir sama seperti sang penulis.😀 . Beberapa bulan terakhir cukup membuat Ica sedikit bermasalah dengan dirinya. Terlalu banyak, perselisihan dalam dirinya sendiri. Terlalu banyak, dia memusuhi dirinya, hingga sekarang semua di depannya terasa bagaikan ancaman. Semua terasa mengajak berperang. Haha. Agak konyol memang. Tekanan TA dan segudang tugas yang menuntut untuk dikerjakan. Hingga terkadang nyaris membuatnya sulit untuk berdamai pada diri sendiri..

Itulah, Ica yang sedang belajar bagaimana menjadi pribadi yang penuh kesabaran dalam menghadapi ujian-ujian yang dia hadapi…

Bahwa, Allah takkan pernah memberikan ujian diluar kemampuan hambaNya bukan?😀 . Dan lagi segudang aktivitas tidak menjadikan kita untuk melalaikan tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban kita untuk taat kepada Nya. Tugas yang menumpuk, harusnya lebih membuat kita semakin mendekat kepadaNya. Lalaikan kewajibanNya sama dengan mati perlahan akibat tekanan yang bertubi tanpa keimanan. Halahhh.. Hehe

Ishbir yaa ukhti..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s