Ica Punya Cerita : First Night


Kemarin malam si Ica berkunjung ke sebuah Cafe atau Warung Makan bersama dengan seorang sahabatnya yang cantik. Mereka berangkat menggunakan sebuah mobil kecil. Malam itu mereka pergi berdua ditemani dengan nyali tinggi keluar malam-malam yang jauh dari rumah. Yah, itu adalah kali pertama Ica nyetir malam-malam. Dengan wajah tenang dan datar, walaupun dalam hati Ica terus berdoa, “Semoga Allah memulangkannya dengan selamat ke rumah tanpa ada cacat apapun pada si Putih”, ia melajukan si Putih.

Si Putih melaju perlahan meninggalkan garasinya. Ica dan Pita mengobrol untuk menghangatkan suasana malam yang memang agak mengerikan. Ica selalu berkata pada Pita, bahwa ini adalah kali pertama dia nyetir malam-malam. Dan tahulah bagaimana kondisi mata Ica jika malam, agak rabun apalagi kalau silau mobil.. wiiiii.. Bahaya mengancam jika tak hati-hati.

Sampai di tujuan, Ica agak sedikit bingung untuk memarkirkan si Putih. Kalo belok nggak berani, akhirnya dia simpanlah si Putih di depan sebuah kios, untung ajah si bapanya baik.. Hingga pukul 9 malam, Ica tak kunjung pulang, padahal sudah di wanti-wanti untuk tidak pulang larut malam. Bukan apa-apa, tapi takut mogok di jalan. Akhirnya pukul 9 lewat 30, Ica pulang setelah berpamitan dan memastikan Pita pulang dijemput taksi.

Perlahan dia menyalakan mesin mobil, beruntung malam itu jalanan tak ramai. Ia angkat rem tangan, dan perlahan membelokkan setir ke arah kanan, dan membiarkannya membawa Ica pulang. Dengan hati-hati Ica memindahkan gigi, menancapkan gas. Nyaris saja dia menabrak pohon gara-gara lupa ngebalikin setir setelah belok kiri. Astaga! Mana jalanan super duper gelap. Tapi Alhamdulillah sampai hingga depan garasi. Eh, depan garasi mobilnya mati kagak mau naik.. Sampai tercium wangi koupling. Dan taraaaaaa.. “Ya iyalah kagak, naek, wong di gigi 3!” kata kakak Ica.

“Astaghfirullah.. haha”

“Untung aja, bisa naik dari tadi sampai sini, ampe koupling abis.. Oon dasar. Makanya dirasain kalo mau mindahin gigi” kakanya menimpali..

Akhirnya Ica selamat sampai tempat tidur…

===

Mau ngasi tahu ajah ni buat-cewek-cewek yang suka pulang malam (Lailatunnisa), kenapa sih kita nggak boleh pulang malam? Bukan hanya karena keamanan tapi juga kekhawatiran pada keluarga. Taukah kamu, ketika kalian (mau cewek atau cowok) pulang malam ke rumah, biasanya sering kali ibu menunggui kita kan hingga kita pasti benar-benar pulang dengan selamat.

Begitupula ketika saya pulang malam kemaren itu, sampai-sampai mama masih nunggu dong ampe jam 10 malam. Hari itu adalah pulang termalam, setelah berjanji untuk tidak pulang setelah magrib tanpa keluarga ke rumah dengan alasan apapun… Kasihan kan ortu kita?

Selain itu, jalanan di malam hari emang sangat mengerikan. Serius deh. Saya aja yang bawa mobil khawatir sangat, apalagi kalo kalian nggak bawa kendaraan sendiri.. Selain keamanan dan lain-lainnya, ada juga masalah fitnah kalo pulang malam, apalagi kalo buat cewek. Saya selama setahun yang lalu, nyaris pulang menjelang isya. Sampai terkadang sering mendengar kabar miring gitulah dari tetangga, emang nggak ngomong langsung sih. Tapi karena nggak ngomong langsungnya itu tuh, yang bikin orang mikir macem-macem. Pokoknya nggak baik deh kalo cewek pulang malam, kalo memang nggak ada kepentingan mendesak yang berhubungan sama nyawa orang.. :p

Jadi tuntaskan pekerjaan mu sebelum magrib dan kembalilah kerumah sebelum magrib menjelang, kecuali kalo pergi bareng keluarga atau mahram yang bisa menjaga kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s