Maling Lontong


Kreeetttt, suara pintu berdecit di tengah malam yang dingin. Perlahan dia membuka pintu dapur. Berjalan mengendap-ngendap. Dia buka tutup panci dengan hati-hati, dan mengambil satu buah lontong yang masih cukup hangat. Tiba-tiba ia kurang hati-hati, dan pranggg. Tutup panci terjatuh. Bukannya ketakutan, bakal ketahuan, ia malah cekikikan.

Lalu, tiba-tiba entah dari mana asalnya, ada cahaya lampu, dan seseorang berdiri disana memegang sapu. Hampir saja orang tersebut berteriak maling. Fiuhhhhhh.. Nyaris saja dia dipukuli karena di sangka maling.

====

Haha konyol kali malam kemaren. Pas saya mau ngambil makanan jam sebelasan, semua pintu udah ditutup, lampu pun sudah dimatikan. Pertanda orang rumah semua sudah tidur. Hanya saya yang masih terjaga dengan tchaikovsky yang masih mengalun. Karena lapar saya bermaksud mengambil lontong tanpa membuat kegaduhan. Eh, tak dinyana malah di kira maling. Astaghfirullah.. Dan saya pun tertawa di tengah tekanan karya tulis dalam bahasa inggris untuk interview hari ini belum  selesai.

Well, it was a crazy time until my head really stuck on confused… (ngomong apa saya? haha nggak tahu apa)

Kapankah interview ini berakhir? Penggembira sejati.. Sir, i don’t really sure to speak english.. It worst, sir..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s