Jangan Lagi!


Berawal dari sebuah perasaan sulit mengajak berbagai macam karakter orang, dari yang lembut, yang sangat keras hingga yang susah banget diomongin. Banyak deh pokoknya. Mulai dari berbagai macam ajakan, dari yang awalnya bercanda hingga memaksakan. Luar biasa mengajak orang, berasa jadi sales atau SPG di jalan raya. Cuma ini agak canggihan dikit lah, sms ajakan atau mungkin seruan untuk melakukan kebaikan insyaAllah.

Namanya juga usaha. Pasti ada banyak onak dan duri yang menghalangi. Namanya juga perjuangan. Pasti banyak rintangan. Santai saja, serahkan kepada Allah. Hehe😀

Berawal dari sebuah amanah yang saya emban, yang kadang sesungguhnya emang sulit sih, bahkan terkadang sering berpikir “susaaaah banget ngajak orang, atau menggerakkan orang (berasa kek boneka aja ye?hehe)”. Tapi seperti postingan saya di sini , segimanapun kondisinya tetap saja kita harus husnudzan kan. Nah, tapi tulisan kali ini saya tak akan bercerita tentang itu. Saya hanya ingin bercerita, tentang sebuah sms yang sangat mengagetkan saya ketika saya mengajak teman-teman untuk memilih, dan mengantarkan saya pada sebuah renungan yang cukup membuat saya berpikir..

Bunyinya kira-kira atau semisal dari itu, ” itu artinya gerak “tim kalian” dimanakah?🙂 “ . Tersentak saya membacanya sampai berkaca-kaca. Sebenarnya mungkin saat itu tensi saya juga sedang tidak stabil, entah mengapa kekhawatiran yang memuncak. Begitupula suhu orang-orang di sekitar saya semua nyeremin, mendung, atau perasaan saya aja ya? Tak terlihat seulas senyum, yang terlihat hanya wajah yang sendu dan mungkin agak sedikit kesal. Allahu’alam. Atmosfernya memang terlihat seperti itu.

Kemudian saya hanya membalasnya seperti ini, “yaudah sih, kita kembali pada diri kita masing-masing, sejauh mana usaha yang telah kita lakukan. Ini kan bukan gerak tim itu saja..” . Mungkin bernada dingin atau mungkin mengintimidasi.😀.. Dan ia hanya membalas, “up to u..”.

Lalu saya bercerita tentang kejadian ini kepada seorang sahabat saya, dia hanya berargumen, mungkin sms ajakan kamu bernada menghakimi mungkin, atau emang dia nggak paham urgensinya, atau emang dia lagi sibuk. Mungkin memang sedang seperti itu, jawabku. Hanya saja kenapa dia berkata dimanakah gerak tim itu, padahal tim tersebut juga insyaAllah sudah berupaya semaksimal mungkin membantu kita-kita di wilayah ini. Mungkin andaikan dia tahu, teman di tim pusat juga rela tak tidur untuk memikirkan manuver-manuver pemenangan, rela mengorbankan hartanya, dan banyak hal lainnya. Sedangkan yang kita lakukan mungkin masih saja enak-enakkan di kosan. Semua kembali kepada pemahaman kita masing-masing.

Lalu tak cukup dengan itu, saya bertanya kepada seorang kakak tingkat kenapa sangat sulit untuk menggerakkan atau mengajak teman-teman seprofesi “satu visi”. Dan menceritakan kondisinya. Saya pikir barangkali memang sms ajakannya lah yang mengintimidasi.. Awalnya beliau berkata, setajam apapun kata-kata ta’limatnya, selama bukan menyeru kepada kemaksiatan, maka kita harus bersegera menyambutnya, begitulah kira-kira kata beliau. Hanya…, lanjutnya..

“Selama saya berada pada tim yang sama denganmu zaman dulu, tensinya memang cukup tinggi, hanya berkisar pada berapa angka pemilih kita, pemilih yang antipati, teman-teman yang sulit bergerak, dan banyak qadhaya lainnya. Mengajak dengan seruan yang mungkin bagi orang yang belum terlalu paham, berasa bagaikan disuruh, dituntut. (Bergeraklah!). Padalah, orang yang kita seru adalah orang yang insyaAllah punya kecintaan dengan kebaikan dan tentunya punya harga diri.

Selain itu terkadang juga mungkin karena kita dididik dengan manajemen kekalutan kader, dididik dengan qadhaya yang terjadi, sehingga tensinya tinggi. Padahal Rasulullah, selalu mengajak dengan penuh cinta, kedamaian, kegemilangan dan surga (hamasatul jannah).”

Qadhaya itu memusingkan, jika target kita hanya dikelilingi dengan angka pemilih, pemilih yang antipati, dan lain-lainnya tentu tinggilah tensi kita.. Suhu memanas, penuh ketegangan, bahkan mungkin kekesalan. Mana ada cinta disana, walaupun ada hanya sebagai indentitas persaudaraan. Beda halnya jika ajakan kita dengan surga, kebaikan menjadi harga mutlak, kebenaran proses menjadi harga mati, dan cara berukhuwah baik antar saudara internal kita, maupun dengan saudara kita yang ammah, masuk didalamnya… Sesulit apapun kondisinya, pasti akan ada cinta disana..

Seperti kata seorang kakak tingkat zaman dulu dan seorang Ustadz ,  didiklah kader dengan Surga, Hamasatul Jannah. Jangan didik dengan qadhaya..

Begitulah, sejarah selalu berulang. Seakan tak ada evaluasi dan perbaikan.. Justru yang saya khawatirkan, kita banyak bicara tentang kebaikan ummat, tapi… kita sendiri belum memiliki akhlak selayaknya orang yang menjadikan Rasulullah sebagai teladan..”

Nasihat itu terasa sebagai sebuah rintik hujan atas kegersangan jiwa. Mungkin nasihat diatas cukup membuat saya berkaca, sudahkah saya melakukan segala sesuatu dengan kebaikan? Mengajak dengan penuh kata cinta, atau mengajak dengan seruan karena banyak masalah yang terjadi, dan belum terselesaikan? Kesulitan yang saya hadapi sekarang mungkin, karena Allah ingin menguji saya, sejauh mana saya mampu mengajak manusia dengan kebaikan..

Merasa sangat tercerahkan.. Alhamdulillah.. Semangat! Kenapa mungkin saya sangat sulit menggerakkan orang karena saya tak berbicara dengan bahasa cinta, hanya bahasa sms yang menyerukan dan menuntut, ayo teman maksimalkan, ayo teman ajakin yang lainnya, ayo ayo ayo lainnya.. Setiap waktu ditanya ini itu, dengan perasaan bak masalah yang tak pernah selesai.. Pastinya orang yang diajak juga enggan dan malas kali yha…Fiuhhhh.. Bismillah, Allah kuatkan saya..

* yang pusing ni orang pada kemana, semakin pusing tak ada yang senyum, semua sendu, dan mungkin kesal, makin pusing lagi di lab nggak ada aquades, furnace di pake orang… Jadi saya ngapain? ngesms in orang-orang, “nyoblos dong, jangan lupa, hihi”..😦😀

** seperti biasa bagi yang ingin menyanggah.. silahkan..

2 thoughts on “Jangan Lagi!

    • seperti yang antum bilang tadi pagi, hari ini terasa agak tenang, tidak seperti hari sebelumnya, saya merasa ada dalam gulungan petir *lebay ..
      Berdoa aja banyak2.. dan usahakan hingga detik terakhir.. Optimisme bagian dari kemenangan.. Hamasah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s