Melamun = Mati Perlahan


Sore itu. Nuansa senja yang mendung nan gelap. Semesta nampak sedang kelam dibalut awan mendung mengarak sekitar daerah Holis Aku melaju dengan cukup santai. Walau terkadang nyaris selalu berhenti mendadak. Hari itu memang cukup melelahkan bagi. Tak dapat kusembunyikan rasa lelah yang mendera dan emosi yang memuncak. Semua masalah berkecamuk, seakan-akan berlomba saling melenyapkan untuk kemudian aku selesaikan.

Hari itu, penuh dengan kegelisahan tiada tara. Semua tugas yang bertumpuk menambah pening kepalaku saat itu… Perlahan samping kiri kanan ku mendahuluiku. Saat itu yang kutahu hanya cepat kembali ke rumah. Menghilangkan kepenatan dengan berbaring. Yang ada dalam benakku hanya, pusing..

Tiba-tiba…

tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit…….

Bunyi klakson mobil yang memekakan telinga..

Nyaris saja saya menabrak trotoar jika aku tak buru-buru tersadar dengan suara klakson itu..

===

Ya, begitulah. Melamun sama dengan Mati Perlahan. Betapa tidak, jika Anda dalam kondisi menyetir mobil seharusnya ada dalam kondisi fokus dan konsetrasi. Jika Anda melamun, mungkin jika Anda sedang sial, Anda akan selamanya melamun. haha. So jangan pernah melamun saat menyetir mobil…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s