Kenapa 1 Juz Sehari?


“Hendaklah Anda memiliki wirid harian membaca Al-qur’an minimal 1 juz dan berusahalah sungguh-sungguh agar jangan sampai mengkhatamkannya melewati waktu 1 bulan” (Hasan Al-Banna : Majmu’atur Rasa’il)

Al-qur’an diturunkan pada manusia agar jadi sumber tazwid bagi peningkatan dan penyegaran ruh fikr, serta minhaji. Halaqah adalah sarana untuk memperbaharui komitmen kita dalam beramal shaleh. Ketika melalaikan membaca, kendala yang dpat dipastikan adalah dha’ful himmah. Kita harus berpikir serius terhadap tilawah 1 juz/hari karena merupakan mentalitas ‘ubudiyah, disiplin, dan akan menambah tsaqafah.

Ustadz Asy-Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah menjadikan membaca 1 juz/hari sebagai syarat pertama bagi seseorang yang berkeinginan kuat membangun masyarakat islam.

Utsman bin Affan ra, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra, Imam Abu Hanifah, dan Imam Asy-Syafi’i adalah contoh orang yang terbiasa khatam Al-Qur’an dalam 3 hari sampai sepekan. Jika tarbiyah Qur’aniyahnya telah matang kita pasti akan dapat merasakan bahwa sentuhan tarbawi surat A-baqarah berbeda dengan surat lain.

Kiat Mujahadah dalam tilawah 1 juz/hari

  • Berusaha melancarkan tilawah (30-40 menit)
  • Atur dalam halaqah, kesepakatan bersama membuat komitmen ibadah 1 juz
  • lakukan Qadha tilawah, jika program tidak berjalan
  • Sering-seringlah mengadukan keinginan pada Allah, Sang pemilik Al-qur’an
  • Perbanyak amal shaleh
Kendala yang harus di waspadai
  • perasaan menganggap sepele
  • Lemah berwawasan Al-qur’an
  • Tidak memiliki waktu wajib bersama Al-Qur’an
  • lemahnya keinginan untuk memiliki kemampuan tilawah
  • Pengaruh lingkungan yang tidak memiliki perhatian terhadap Al-Qur’an
Sabda Rasulullah saw “Kualitas dien seseorang sangat bergantung pada teman akrabnya”
  • Tidak tertarik dengan majelis yang menghidupkan Al-Qur’an
Akibat tidak Serius melakukan tilawah
  1. Sedikitnya barakah dakwah/Amal jihadi
  2. Tertundanya pertolongan Allah swt dalam amal jihadi
  3. Semakin jauhnya Ashshalah (orisinalitas) dakwah
  4. Semakin jauhnya dakwah yang memiliki Jawwul’ilmi (nuansa ilmu)
  5. Semakin Jauhnya dakwah dari Shalatul manhaj
Jadi, masihkah ada alasan untuk tidak 1 juz perhari, wahai para aktivis dakwah.. Ini semata-mata ditujukan untuk diri pribadi, sebagai pengingat diri, yang senantiasa berada dalam kelalaian..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s