S’il Vous Plait !


Ayo kita mengingat kembali pelajaran kewarganegaraan, salah satu topiknya tentang politik. Kenapa harus politik sih? Kalo ditanya demikian, saya akan menjawab, “kenapa tidak?”. Ya, saat ini saya sedang interest dalam bidang politik pemerintahan, ekonomi, dan sosial, terlebih psikologi. Entah mengapa, mungkin terlalu banyak tragedi di negara ini yang membuat saya tertarik untuk mengurusinya. Pernah suatu kali saya di tanya oleh sahabat saya, “ S2, kamu mau ngambil TL lagi atau apa?”

Praktis tanpa beban saya menjawab, “Rencana mau ngambil psikologi sosial atau politik, kalo nggak paling S2nya SBM, hehe”. Bukan tanpa alasan lho ya, saya berkata demikian. Namun, tak disangka jawaban yang ia lontar sungguh di luar dugaan. Tentu saja nampak wajah keterkejutan dalam dirinya. Kemudian ia berkata, “Lho, piye toh kamu, beda banget sama bidang kamu sekarang itu, sayang banget tahu, kagak nyambung, jangan masuk-masuk politik lah, politik itu lingkaran setan, kalo sekali kamu masuk, kamu bakalan terus berputar di lingkaran setan tersebut.”

Aku hanya tertawa dan menjawabnya singkat, “Lho, kalo politik itu lingkaran setan, maka butuh orang untuk memutus lingkaran setan jadi lingkaran angel dong.. hoho”. Kemudian ia bersikeras menolak jawabanku, banyak hal ia tuturkan tentang bobroknya politik di Indonesia yang tak kunjung ada perbaikan sampai sekarang. Tak hanya tentang politik, pembicaraan semakin meluas menuju ranah ekonomi, sosial, ampe ujung-ujungnya si lingkungan, nyalahin diri kita sendiri.

Sebenarnya, politik yang sesungguhnya tak seburuk yang ada dalam benak orang-orang zaman kini, dimana politik senantiasa disandingkan dengan kekuasaan, korupsi, mafia hukum, mafia uang, bakpia solo (lhoo), dan lainnya. Pokoknya semua berbau negatif. Padahal politik dalam islam lebih indah dibanding politik-politik yang marak bergulir kini dengan istilah-istilah yang sudah seringkali di perdengarkan sejak zaman SMP, demokrasi, liberal, yang diusung Montesqiue, si Trias Politica, dan lainnya.

Pada zaman Rasulullah juga ada politiknya, contoh aktivitas politik zaman itu adalah berperang melawan kaum kafir Quraisy. Saat itu Rasulullah melakukan aktivitas politik dalam rangka berdakwah. Politik dalam bahasa arab yaitu siyasah yang berarti siasat, atau strategi. Politik adalah jalan untuk mencapai sesuatu yang sudah direncanakan. Dan politik merupakan bagian dari Islam. Mau lebih lengkap, coba deh baca Manhaj Haraki, bukunya cukup ringan dan enak dibaca serta mudah dipahami. Namun, sayangnya Indonesia saat ini cenderung mengekor dengan ideologi negara-negara barat yang hanya terkonsentrasi pada materi belaka.

Tapi disini saya sedang tidak memberi kuliah tentang kewarganegaraan. Di sini saya hanya ingin memaparkan, Indonesia seabad-abad juga kagak bakalan berubah kalo ga ada satupun yang merubahnya. Kalo banyak dari kita yang hanya berkutat di zona aman saja, mana bisa Indonesia bangkit. Ini saya mungkin sedang bersemangat berkoar-koar tentang hal ini, karena saya masih punya semangat untuk itu. Tapi kedepannya wallahu’alam.

Hanya saja, saat ini mumpung lagi semangat-semangatnya, saya menghimbau, pada para cendekia muslim, para aktivis dakwah, para aktivis mesjid dan pada diri saya sendiri, untuk mulai memasuki dunia nyata, tak hanya berkutat di zona nyaman saja. Yuk, mari, negara kita butuh ide-ide brilian yang berlandaskan cahaya Islam, negeri kita butuh para ahli yang taat pada Tuhannya, butuh pemimpin yang mengayomi masyarakatnya, bukan pemimpin yang mencari kedudukan dan UANG semata! Hayoooo.. Mari kawan rapatkan barisan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s