Balikin BB Gue


Pagi indah, menyambut hari Ica mengerjakan tugas akhir. Bismillah, langkah kaki Ica melaju, menjauh menuju impiannya. Impian yang tengah ia geluti dengan semangat dan doa serta berkah Illahi. Hari ini, tersusun rapi rencana kegiatan yang akan dilakukannya. Ya, mulai dari mengambil sampel tahu di lembang, sekam, dan lain-lainnya.

Pertama kali, Ica melangkahkan kaki keluar rumah menuju arah lembang. Sesampainya disana langsung ia mengambil sampel di sebuah pabrik tahu cukup ternama di Bandung. Lalu ia berkemas dan siap membawanya menuju kampus. Perjalanan Lembang-Dago cukup menyita waktu. Saat itu Ica menaiki angkutan umum, St Hall Lembang. Ia duduk di samping seorang pria dengan umur kira-kira mendekati kepala tiga. Saat itu ia dengan sumringah menikmati perjalanannya menuju kampus tercintanya.

Tak ada yang mengherankan atau mengganjalnya selama perjalanan. Dia merasa biasa saja. Hanya merasa, pria disampingnya seringkali mendorongnya, padahal dalam angkot tersebut tidak penuh sesak. Ica merasa biasa saja..

Angkot pun berhenti setelah berada di perempatan ledeng. Ica turun kemudian berganti angkot Kalapa-Ledeng. Ia bergegas menaikinya karena  hari sudah siang. Entah mengapa ia kebetulan (pertolongan Allah lebih tepat) satu angkot dengan pria di sampingnya. Ketika Ica menaikinya, sang bapak tersebut tidak menyadari bahwa mereka ada dalam satu angkot.

Saat itu, pria tersebut tengah mempreteli (bahasa Indonesianya apa ya pemirsa?) sebuah BB berwarna hitam, mulai dari casing hingga simcard nya. Ica yang melihatnya, awalnya tidak curiga. Karena ia berpikir, mungkin si pria tersebut akan mengganti nomor barangkali. Tapi semakin diperhatikan, BB tersebut mirip sekali dengan BB miliknya, casing dan plastik pembungkusnya (apa tuh namanya). Ia belum bertanya saat itu, kemudian mengecek BB miliknya di tas.

DAn ternyata saudara-saudara, BB milik Ica tak berada lagi di tempatnya. Setelah ia bongkar isi tasnya memang tak ada. Saat itu, sudah pasti semua orang yang merasa kehilangan barang panik kan? Begitu pula dengan Ica, ia benar2 curiga dengan pria tersebut, karena beberapa bukti

  1. Ia satu angkot sebelumnya dengan pria tersebuut
  2. pria tersebut duduk di sampingnya
  3. pria tersebut seringkali mendorongnya dengan sengaja padahal angkot tidak penuh
Alasan diatas cukup memberikan bukti dan persangkaan pada tersangka si “pria”
itu. DAn dengan keberanian tinggiii…..
“Mas, lihat BB saya tidak? soalnya BB saya hilang dari tas saya, mungkin mas lihat waktu di angkot”
Laki-laki tersebut otomatis bingung kan? (Ketakutan iya mungkin, deg-degan, apalagi saat itu barang bukti ada di genggamannya)
“Lho, emang BB mbak dijatuh dimana? coba di cek lagi mbak, barang kali jatuh disekitar mba duduk”
“Ga ada mas.  Tapi boleh saya lihat tas mas itu?”
Dengan ragu si pria tersebut menyodorkan tasnya. Di tas tersebut memang tak ada, karena si BB di sembunyikan di tangannya di sampingnya. Dengan keberanian pula si Ica berkata, ” Lho itu yang ditangan apa mas?”
Tiba-tiba dengan wajah tanpa dosa si pria tersebut berkata, “Oh, ini BB mba yha? saya kira punya siapa, nemu tadi mba, mungkin mba menjatuhkannya di angkot” sambil menyodorkan BB yang sudah dipretelinya.
“Lho nggak mungkin jatoh, HP segede gini kalau jatuh pasti kedengeran kali”
Si pria hanya cengar cengir..
Langsung saja si pria di bawa ke kantor polisi saat itu juga dibantu pak supir angkot. Alhamdulillah, betapa Allah sangat membantuku hari ini pekik Ica.
*based on true story
Hati-hatilah, Waspadalah, karena kejahatan selalu berada di sekitar kita!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s