Porsi Kesalahan


Jebolnya pintu air yang terjadi di salah satu tanggul yang memasok air baku di daerah Jakarta cukup membuat saya gatal ingin menulis. Betapa tidak? Pagi ini baru saja saya menonton salah satu berita pagi di salah satu stasiun TV swasta. Semua saling menyalahkan. Bagaimana tidak, bangunan yang diperkirakan mampu beroperasi dalam jangka waktu 100 tahun akhirnya jebol dalam jangka waktu 40 tahun. Teringat dengan tulisan saya tentang waktu perkiraan masa operasi suatu bangunan air yang harus mempertimbangkan berbagai aspek dan sudut rekayasa. Tapi ini sudah bukan masalah lagi. Walaupun sejujurnya kalau kamu engineer sipil atau lingkungan pasti merasa bersalah dong, (buat yang ngerancangnya). Kenapa bisa cuma 40 tahun?

Banyak hal yang bisa merusak suatu bangunan apalagi bangunan air. Beberapa masalah yang sempat disebutkan di TV karena adanya kebocoran air (termasuk penggunaan air secara ilegal) di berbagai titik, adanya pembangunan infrastruktur jembatan di dekat pintu air, dan masalah pembiaran (pengabaian) kondisi tersebut oleh pemerintah. Sedih banget ya, yang jadi pemerintah selalu disebut dalam setiap kesempatan.

Struktur sebuah bangunan air akan cepat rusak jika terkena berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam air. Nah, sekarang coba cek kondisi air baku (air sungai disana) bisa merusak bangunan tidak?  tapi bukan ini yang ingin disampaikan dalam tulisan ini. Sebenarnya saya cukup prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini. Apabila terdapat suatu kejadian maka semua pihak saling mnyalahkan. “Ini karena pemerintah yang begini-begini” dan lainnya. Dimana pemerintah tak pernah absen sebagai terdakwa.

Sekarang saya rasa bukan saatnya saling menyalahkan. Sekarang saatnya menyadari kesalahan masing-masing. Semua punya porsi salah. Tidak hanya pemerintah, stakeholder, masyarakat, pengamat, bahkan saya pun punya salah. Kalau Anda berkata, “pemerintah sih membiarkan kondisi sekitar seperti ini”. Kenapa pula baru dikatakan demikian, jika Anda berkata dari dulu mungkin kejadiaanya tak seperti ini.

Terkait masyarakat yang sering mendapatkan air secara ilegal, itu adalah salah satu lingkaran setan yang harus diputuskan dari sekarang. Karena inti masalahnya adalah masyarakat yang kurang pendidikan, salah siapa kurang? Soalnya pendidikan mahal, kenapa mahal? Pemerintah ga bijak sih dengan pendidikan. Nah, kan salahnya pemerintah lagi. Haha..

Ya, intinya sih daripada saling menyalahkan mending saling mengintrospeksi diri, lakukan perbaikan, dan bekerja bersama untuk kebangkitan negara kita. Oyee… Kita tak akan pernah bangkit dari keterpurukan jika selalu saling menyalahkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s