Landak Berduri


Satu hal yang selalu membuatnya takut pada diri sendiri, ketika duri menusuk tubuh sendiri. Berlama-lama ia memupuk diri dalam kesendirian, dalam dunianya, dan memagari semua pinggiran rumahnya. Seolah tak mau ada seorang pun yang menyentuh dunianya. Ia sudah sangat nyaman dengan dunianya, meninggalkan kejenuhan dunia yang selalu dijalaninya selama ini. Mungkin ia bosan, hingga lebih senang untuk berdiam diri dalam kubangan kesendirian. Menciptakan dunianya sendiri kemudian asik berjibaku dalam dunianya.

Mungkin ia lelah sendiri dalam keramaian. Lelah dilihat sebelah mata, hanya karena berbeda. Lelah karena selalu dicibir sebagai terdakwa yang selalu menusukkan luka. Lelah dengan rutinitas mencari mangsa yang tak kunjung memuaskan. Lelah terus mengendap dalam jalan sama.

Mungkin ia landak yang dipenuhi duri tajam. Keras, tajam, menakutkan para pelihatnya. Tapi ia tetap lemah, lemah, lebih lemah dari yang mereka pikirkan. Mungkin ia menakutkan dan sering membuat luka, tapi ia memiliki kebaikan terhadap sesamanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s