1 Bulan yang sesuatu..


Wuaaa.. Sudah lama sekali saya tidak menulis disini.. Kebanyakan berpikir tapi tak mampu untuk dituliskan, dan akhirnya jeng-jeng-jeng wasting time.. Hahahaha.. Tapi tulisan ini juga sampah seperti biasanya, cuma semoga ga cuma sampah yang tinggal diurug ke landfill semoga sampah yang masih bisa direuse lagi yaaaa… *apa pulak..

Ya, saudara-saudara sekalian, pernah dengar yang namanya post power syndrome? Nah, biasanya gejala ini terjadi pada atlet-atlet olahraga, akan tetapi maknanya bisa saja terjadi kepada siapapun, termasuk saya dan Anda. Menurut Dra Henny E. Wirawan M.Hum (Psikolog Universitas Tarumanagara), pos power syndrome adalah kondisi kejiwaan yang tidak stabil dan lazim dialami seseorang setelah turun dari suatu jabatan, berakhir masa kejayaannya, atau tidak lagi bisa produktif.

Ya, sayangnya hal ini sedang saya alami. Sedih kan? Sebenarnya bukan tanpa persiapan. Jauh sebelum ini saya sudah mempersiapkan segala kemungkinan menghadapi si PPS, namun takdir berkata lain (alahhhhh.. hahaha). Ternyata si Mr. PPS ini bertamu begitu lama dalam kehidupan saya, sekitar 1bulan, cukup lama bukan??

Tapi alhamdulillah, kondisi kejiwaan saya cukup stabil karena saya yakin “galau” selalu dihati. Trend anak muda zaman sekarang galau itu akronim dari God (read : Allah) Always Listening Always Understanding. Mirip-mirip tagline suatu produk iklan di TV ya? Haha.. aya-aya wae.. Setelah sebulan masa kejayaan saya menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tingkat kebosanan melanda kesehariaan saya. Dengan segala keterbatasan yang membuat harus selalu di rumah (bukan berarti ga produktif ya, tapi gimana gitu…), waktu berlalu begitu cepat, kadang jika iman turun kerasa banget banget banget. Ah pokoknya ga suka banget lah, diem di rumah.. Hahaha

Terus ngapain aja di rumah? Standar sih, beres2, ngenet, baca buku (berulang kali), nonton serial pembunuhan dan detektif (ampe hafal teknik pembunuhan dan investiagsi tingkat tinggi, hahahaha –> serius ini mah ga penting dan ga produktif, tapi jujur cukup membuat saya untuk berpikir kreatif. Kreatif apanya coba????), ngulik sekring listrik, nguras bak mandi, nyuci, mikir buat bikin serial novel pembunuhan atau misteri lah ya, ngerancang baju, makan makanan, dan yang terakhir yang saya lakukan, untuk pertama kalinya beli bubur kacang ke luar rumah selama saya kuliah (haha, konyol, biasanya suka dibeliin, barusan saya beli sendiri.. wkwkkwk).

Belajar bahasa korea, prancis, rusia, toefl, ielts, bahasa arab, ih membosankan tapi ga ada progress hahaha.. Intinya mah, berusaha untuk produktif selagi masih hidup dan ternyata emang niat saya hibernasi hingga desember akan terkabulkan, tapi InshaAllah Tahun depan mulai beraktivitas menjadi wanita karir. Amiiiin. wanita karir cerdas, pintar, enerjik, elegan dalam berpikir dan menyelesaikan masalah, perfeksionis, dan lain-lain (versi Syahrini yang sesuatu) hahaha..

Lalu, banyak timbul pertanyaan dan pernyataan yang berkeliaran dalam pikiran. Kok saya ga dapet kerja ya, apa sih yang kurang? (Nyatanya kekurangan saya ada pada gender –> yang dicari cowok semua sih, hahaha). Tapi itu ujian keyakinan banget lah. Seberapa yakin sih kita sama Allah, kalau sampai sekarang belum dapat kerja, sesempurna mungkin dirimu dan sejauh apapun usaha yang sudah dilakukan, mungkin memang belum jodoh sama kerja (Jodohnya sama apa dong???? *mata berkerling ga penting hahaha). Mungkin Allah sedang mempersiapkan tempat terbaiknya untuk mu bekerja dan sedang melihat seberapa jauh sih kamu berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Itu yang selalu saya yakini, Alhamdulillah.

Banyak orang berkata, ya udah sih, kerja apa aja daripada nganggur. Tapi dengan sok idealis (berusaha idealis, inshAllah) saya tetap menolak berbagai permintaan, padahal kalo dilihat dari materi (salary) menggiurkan sangat haha.. Cita-cita saya setelah jadi engineer lingkungan ingin beraktivitas di PU atau di KLH (eh, pake ada acara moratorium pulak, pas saya lulus lagi,, T_T) atau ya paling-paling konsultan dimana teori dalam kuliah bisa diaplikasin walaupun tak semua. Kalo kerja di Bank atau jadi MT, ilang semua dong 4 tahun berkuliah di TL..

Tapi, semua orang bebas menentukan apa yang mereka inginkan, silahkan saja mau kerja jadi apapun. Karena semua orang punya takdir yang berbeda-beda. InshaAllah semua sudah tertulis dalam kitabNya, esok hari, lusa, masih hidup atau tidak.. Tinggal ikhtiar kita untuk meraih yang kita citakan. Kalau kata seorang teteh bilang, menganggur itu ujian iman, seberapa yakin kita sama ketentuan Allah dan seberapa sabarkah kita menghadapinya. Kuncinya yakin sama Allah, berprasangka baik sama Allah, dan jadikan moment untuk diri pribadi memperbaiki diri menjadi pribadi yang terbaik di mata Allah.

Haha jadi curhat. Tapi berada di rumah jadi lebih sehat dibanding banyak aktivitas di luar rumah. Hehe. Ja ne..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s