First in my life..


“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Qs Ar-Rahman)

Seorang sahabat berkata, “You’re so lucky..”. Saya hanya berkata, “Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam”. Saya hampir kebingungan untuk mencari kalimat yang tepat untuk memulai tulisan saya ini. Yang jelas, ini adalah hari kedua saya bekerja di sebuah Engineering and Management Consultant, di daerah Cimahi. Sebenarnya hal ini tidak terduga, karena telpon 3 hari sebelumnya dari seorang kakak tingkat. Kontan saja langsung berpikir –> Rezeki selalu datang dari tempat tak terduga. Selama kurang lebih satu bulan lewat sepekan saya masih asik menganggur. Tapi mulai hari ini saya memiliki tanggung jawab baru sebagai asisten tenaga ahli lingkungan.

Nyaris keadaan ini berulang terjadi. Persis tatkala masuk perguruan tinggi. Saya hanya ikut USM ITB dan akhirnya masuk ITB lewat SPMB. Dibandingkan dengan teman-teman saya yang lain. Mungkin saya salah satu orang yang tidak banyak meng-apply beragam macam PTS/PTN. Sama dengan keadaan sekarang. Saya dengan sok idealisnya tetap berpendirian untuk tidak melamar pekerjaan apapun yang tidak berhubungan dengan keilmuan saya. Bahkan untuk HSE sekalipun. Padahal mungkin banyak lowongan. Tapi entah mengapa, saya hanya melamar ke dua perusahaan saja Astra dan Pertamina. Padahal kalo mendengar cerita teman-teman saya yang lain. Wah, luar biasa perjuangannya.

Kalo mereka punya 100% maka perjuanganku mungkin hanya 10%. Sejujurnya saya merasa iri, hehe. Saya punya sahabat yang keren-keren, berjuang melamar pekerjaan apapun, mengikuti beragam tes, dan setumpuk interview kerja, sedangkan saya tiba-tiba saja ada yang menelpon untuk kerja. Saya bingung, kok hidup saya stagnan-stagnan aja, pasti ada yang salah dengan saya.. Jika melihat sahabat-sahabat saya yang lain, yang patut diacungi jempol. Misteri yang belum mampu terpecahkan oleh saya. Yang saya yakin, semua terjadi karena rahmat Allah dan Allah menghendaki itu terjadi.

Jika orang-orang berkata, “kenapa kok aku ga dapet kerja sih, padahal udah tes ini, tes itu, interview ini itu, kok kamu yang ga ngapa2in udah duluan kerja?” . Sejujurnya saya tidak tahu jawaban pastinya. Yang saya mengerti, Alllah selalu memberikan sesuatu sesuai dengan kadar ikhtiarnya. Mungkin orang yang tidak melakukan apapun mendapat kenikmatan duluan yang setara dengan ikhtiarnya yang sedikit, tapi saya percaya orang yang berusaha dengan keras tapi mendapatkan rezeki yang lebih lama, inshaAllah akan mendapatkan yang lebih dari orang yang tidak melakukan apapun. Saya tahu rasanya, menunggu, berusaha (walaupun mungkin dalam hal yang berbeda) untuk mendapatkan sesuatu, itu membuat sangat GALAU dan STRESS. Tapi saya percaya Allah tidak pernah menyianyiakan hambaNya yang berusaha dan bertawakal. Justru itulah ujiannya, kalo masih bilang kenapa, tandanya belum meyakini Allah. Kadang saya sering terpukau dengan manusia-manusia yang diuji beragam kesulitan, Anda tahu? saya iri (bukan tak bersyukur ya, mungkin saya juga diuji di hal lain🙂 hehe ), sungguh, betapa Allah sangat sayang terhadap kalian teman, betapa Allah sedang mendidikmu untuk bersabar, untuk menjadi manusia yang lebih tangguh, yang mampu menahan badai kehidupan, yakinlah bahwa Allah sedang mengajarimu untuk pantang menyerah dan berputus asa apalagi bergalau ria. ^^v

Ini tulisan bukan untuk menghibur kalian yang sedang galau mendapat maisyah (yang cewek moga segera jadi Aisyah, biar dapet nafkah gratisaaan hehe, yang cowok moga cepat dapet Aisyah biar rezeki lancar) atau bahkan bersombong ria karena saya dapat kerja. InshaAllah hanya ingin mengungkapkan isi hati saya saja bagi saudara-saudari yang sedang berjuang mencari maisyah (pendapatan). Saya bukan apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Saya hanya makhluk Tuhan yang punya segunung kesalahan dan dosa. Hehe. Ingin berbagi kisah pengalaman sebulan menganggur.. Intinya mah yaaaaaa….

  • Perbaharui niat kita cari kerja buat apa? gaji tinggi? buat dapet mobil? rumah? istri? suami? kartu kredit? gengsi? kalo ini niatnya, ayo mari segera ganti, niatkanlah mencari pekerjaan karena Allah. “Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya (hasil) bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari – Muslim). karena bekerja ini kan salah satu perintah Allah. di Qur’an Surat Al Jumu’ah ayat 10 (jika tak salah, silahkan cari tafsi ayat ini ya) … “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
  • Berusaha. Berikhtiar. Kalo saya pribadi, ikhtiar dan usaha mendapatkan pekerjaan itu mengikuti niat awal dan kerja itu sendiri. Sejujurnya niat saya ingin kerja, pertama ngisi waktu luang untuk S2 dengan kerjaan yang bisa membuat aku tahu kondisi lapangan infrastruktur (bahan tesis, mamen hoho), kedua ingin beli buku (banyak banget buku yang ingin di beli dari dulu… >.<), dan ketiga bismillah –> Haji bareng papa mama (kalo sama suami lebih ok lagi tuh, hehe) tahun depan (inshaAllah, amiiin).
  • Berdoa tak henti, untuk diri dan orang lain, ingat teman Anda yang lain yang belum kerja didoain, jadi diamiinin sama malaikat–> bagimu pula deh. hehe
  • Bertawakal dan yakin akan rahmat Allah..
  • Sabar, walaupun kadang menyayat hati kalo denger temen dapet proyekan atau kerja. Saya juga gitu tahu, tapi da karena baca buku Mas Assad (wuiiii.. ) membuat saya yakin-yakin-yakin, akan datang waktu yang memang tepat.
  • Banyak sedekah, membuka relasi (mendadak banyak kenalan –> sekalian nyari kerja getooo)…
  • Refreshing (bercengkrama dengan keluarga selama sebulan, ga bercengkrama juga sih, tapi di rumah seharian kadang menjemukan, tapi kadang mengasikkan…. hehe)

InshaAllah akan indah pada waktunya. hari pertama nih kerja, capek migrain.. Pertama kalinya aktivitas di tempat jauh Cimahi-Cigadung. Biasanya Dago deui Dago deui.. Tapi Alhamdulillah, cukup menyenangkan. Hari pertama kerja nih siang tadi, langsung diminta bikin laporan presentasi dosen saya paling TOP, salah satu dosen ternama di Indonesia, Prof Enri Damanhuri, tentang bahasan kuliah saya bareng beliau yaitu Landfill, tapi ini lebih memberikan ilmu, hehe, rasanya zaman kuliah landfill ga pernah diajarin ini sama si bapak. Jadi tahu, teori selalu berbeda dengan lapangan.

Sebenarnya saya mau cerita apa sih? banyak pisan da yang ingin diceritain.. tapi bosan kalo dalam satu halaman yang sama.. nanti saya posting wejangan bos saya, inshaAllah🙂 .. Migrain tiara (tiada tara)..

12 thoughts on “First in my life..

  1. Barakallah..
    bisa jadi apa kita peroleh saat ini adalah buah dari usaha kita di waktu lalu.
    Allahu’alam

    *jadi pengen ngeblog, pengen cerita🙂

  2. hihi,,banyak kata2 yg saya ucapkan tertuang di sini ya,,jadi malu,,hihi
    maacih sri,,sama minta maaf yaa,,:D aku sempet terharu tadi,,betapa baiknya temenku ini,,padahal saya jahat ke kamu,,gomen >,<

    hmm aaaaaaaamiin buat doa2nya
    maacih buat kalimat2 inspiratifnya..sukses terus yaaa kamuuuh :* terus menulis juga,,jgn lupa bagi2 lagi kl ada tulisan oke,,hehe :*

  3. Assalamualaikum…

    sri, seriuslah, keren pisan tulisannya…
    membuat saya berfikir dan merenungi banyak hal !!

    barakallah buat kerjaannya, moga jadi rezeki yang barakah ^_^
    *ditunggu tuh undangan nya.. tahun depan ya.. xixixixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s