Tulisan Ga Serius :D


Ingin ikut-ikutan nulis, aksi yang baru saja terdengar di telinga saya tadi pagi.. langsung pada noleh –> “Kemana aja mbak? haha, padahal udah dari kemare-kemaren..”. Ehm. karena terisolir dengan deadline laporan akhir proyek tahunan, tak sempat membaca media (ga nyempetin sih, karena kecapean pulang langsung tidur :p).

Seperti yang telah Anda tahu mengenai aksi bunuh diri Sondang Hutagalung (bener ga sih? Semoga bener, sempat lihat pertama di televisi, yang dulu dikira ia hanya seorang penggelandang, dan ternyata oh ternyata ia adalah mahasiswa Hukum yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skrispi ya bahasanya.) yang sedang marak di pemberitaan nasioanl. Banyak mahasiswa yang melakukan aksi solidaritas terhdapanya, namun tunggu dulu, bener nih motifnya karena HAM dan ketidakadilan? coba ditanyakan sama Mas Sondang dulu sebelum ia memutuskan untuk bunuh diri (maksud lhooo..? hehe, jangan serius banget dong.. Ngeles sih, hehe otak lagi ruwet..)

Dalam sudut pandang saya sih ya, sangat sangat sangat disayangkan jika ia hanya “berjuang” memberantas ketidakadilan dengan “membakar diri”. Itu jika memang motif utamanya demikian, tapi kalo bukan??? Nah lho, semua kan hanya menduga-duga, karena Mas Sondang sendiri tidak pernah mengutarakan niatnya tersebut.

Andaikanlah, si motifnya seperti yang banyak diberitakan “bukti protes terhadap ketidakadilan”. Ya, seperti yang saya tulis di atas, amat sangat sayang banget lah. Jika memang ia melakukannya sebagi bukti protes, ya mana dipeduliin sama yang menjadi objek protesnya dia. Y nggak?, ya mungkin si objek protes dia cuma bakal bialng, “itu sih urusan lho, lagian lo udah meninggal juga, kenapa pulak gue harus risih”. Atau mungkin si objek akan berkata ” berguguran 1 musuh gue, haha, (dengan senyum terkekeh menang)”. Kita kan ga pernah tahu pemikiran mereka-mereka yang menjadi objek protes tersebut.😀

Terus, apa nggak sayang peran utama yang sedang dimainkan, segera terganti karena scene filmnya membuat peran utama “meninggal”, ah pupus sudah harapan. Mana mungkin akan menggugah rasa kalau hanya dengan aksi memutuskan kehidupan?? Nggak kan?? Malah kita menjadi berdosa, dan “mati konyol”. Yakin deh, ntah kenapa, ga akan ada yang pedulii.

Tapi ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur, bagaimanapun, sudah terjadi. Apapun yang menjadi motif Mas Sondang melakukan itu, semoga memang sudah “dipertimbangkan dengan matang” dan bukan karena keputusasaan semata akibat berbagai tekanan yang ia hadapi.

selesai dengan pemikiran yang ini, intinya ya tetap berpikir positif terhadap oranglain, tetap berprasangka baik, dan tetap cool * (lhooo :p).

Terus satu lagi yang baru saya dengar dari seorang teman tatkala akan pergi ngantor. Katanya, “kemaren tahu nggak yang kasus demo di kampu?”. Emang demo apa? “Lhoo kamu nggak tahu?” Hehe. nggak, udah lama ngga kngampus jadi ga tahu berita kampus, hehe.

Jadi beberapa hari yang lalu, tepatnya entahlah kapan. Beberapa mahasiswa PT di Bandung, menggelar aksi solidaritas untuk Sondang.

“Oh, kirain demo nurunin SPP yang melangit, atau alat lab yang harus diganti,  atau demo soal UAS yang susah banget, hehe”

Akhirnya teman saya menjelaskan kejadian tersebut, sampai katanya ada yang melempar sesuatu yang tak layak dikatakan. Astaghfirullah, dimana sih yang namanya “Maha Siswa”. Ah itu sih anak TK juga bisa, hehe.

Mendengar itu, langsung saja saya mendadak kesal, bukan karena mereka mengincar almamater saya dan teman-teman saya disana, jangan GR lho ya, hehe. Saya kesal, karena, “Lo, mahasiswa ga cerdas banget sih lhoo.. Solidaritas sih solidaritas, tapi pake otak dikit dong mas-mas, kan katanya mahasiswa, masa masih melakukan anarkis, wah cem tukang ojeg aja tuh yang lagi rebutan penumpang”

Menurut saya, mahasiswa tak selalu harus mengutarakan pendapat dengan demo! Jika alasannya aksi solidaritas untuk ketidakadilan dengan adanya aksi bakar diri tersebut, Menurut saya SALAH Banget kalo caranya pake demo. Kalo ga ikut demo dikatain ga solid. Wah ajaran darimana tuh? Hehe peace..

Saya pribadi sangat tidak MENDUKUNG aksi yang dilakukan oleh “u know who” walaupun alasannya untuk atas nama ketidakadilan (yang ada alasannya ketidakjelasan kayanya, dan orang pada ribut dengan ketidakjelasan, zaman sekarang emang sesuatu ya.. hehe).

Kenapa tidak mendukung??

  • Kata status teman saya, “Udah tahu bunuh diri itu dosa. Titik” . Harus ya solidaritas? atau kasarnya, penting ya? hehe
  • Kenapa pulak harus ribut sama masalah yang belum jelas ujjung perkaranya? cari sensasi?
  • Solidaritas sama sesuatu yang lebih penting lah, cem2 “nelayan yang sulit mendapat ikan karena laut tercemar” lebih berguna kan? menggugah pihak yang bertanggung jawab gitu, dibanding demo yang ga jelas gitu..

Haha, saya ngoceh mulu nih. yang jelas ya.. Jadi mahasiswa harus intelek, kita bisa saling membantu dalam hal kebenaran dengan cara yang benar (cara seorang pembelajar, kaum cendekia, kaum terpelajar, priyayi, apalagi ya?). Mahasiswa katanya agent of change? Indonesia mau berubah begimana kalo mahasiswanya begini?? Hadoooh..

Mari berpikir positif dan terus berkarya dengan ilmu dan intelektualitas yang anda Mahasiswa miliki..😀

Salam perjuangan merangkai karya..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s