Harapan dan Kekhawatiran


Harapan adalah asa yang terpendam dalam hati, yang terwujudkan dalam harmoni keinginan untuk mencapai sesuatu.

Harapan itulah yang menerangi gelapnya ketakutan dan kekhawatiran yang melanda hati..

Ialah cahaya yang memberi arah dan petunjuk kemana kaki harus melangkah.

Jangan pernah berhenti berharap, hingga Tuhan menentukan akhir dari sebuah tujuan.. 

Setelah membaca sebuah postingan di tumblr seseorang jadi banyak berpikir, berharap, khawatir, ketakutan yang jelas ujungnya. Haha.

Ceritanya, dia sedang merasa khawatir, ketika melihat saudara-saudaranya yang lebih muda sudah memiliki “momongan”. Sedangkan ia, hingga kini masih belum dikaruniai “momongan”. Saat saya membaca postingan tersebut, entah mengapa merasa terharu, ingin menangis, dan juga tiba-tiba rasa khawatir yang menghinggapi diri ini.

Ah betapa sedihnya mungkin bagi dia, walaupun di luar beliau nampak baik-baik saja. Tapi lewat tulisan itu saya tahu bahwa dia tidak baik-baik saja. Mungkin karena sudah lama menikah namun belum dikaruniai seorang anak, jadi rasanya mungkin gimana gitu. Saya juga ga tahu gimana rasanya, tapi tulisan itu menyiratkan kesedihan yang mendalam. Alaaaah lebay pisan.

Saya juga bingung sebenarnya gimana rasanya, karena saya belum pernah merasakannya sendiri. Tapi saya sekaligus mengkhawatirkan diri sendiri. Bagaimana dengan saya? Ah, betapa inginnya saya memiliki seorang putra dan putri, bahkan sudah mempersiapkan nama untuk mereka..🙂

Dan semoga Allah memberikan kekuatan kepadanya, atas semua ujian yang terjadi padanya. Mungkin Allah belum berkenan memberikan seorang baby, karena mungkin Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lain. Semoga ia masih diberikan kekuatan untuk bersabar.

Dan bagi diri saya sendiri, menjadi bahan renungan. Betapa seorang perempuan harus selalu menjaga diri. Entah itu makanan, minuman, dan tentunya segala rupa kegiatan yang berhubungan dengan masalah rahim dan kesehatan jasmani. Harap dijaga dengan baik-baik.🙂

Masalah kapan Allah memberikannya, itu tentunya berhubungan dengan masalah kesiapan waktu dari kita saja. Seberapa lama sih kita mampu bertahan dengan ujian tersebut..

🙂

Allah, semoga semua baik-baik saja kelak, jika engkau masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi seorang ibu.. Amiin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s