Cuap-cuap


Bermula dari sebuah percakapan online dari seorang sahabat yang sudah seperti kakak sendiri. Mulailah petualangan itu. Sebenarnya tidak berpikir untuk meng-add ID ym beliau. Tapi yaudah lah akhirnya saya add tuh si Mr.X. Saat mendapat “approve” dari beliau, Tiba-tiba perasaan gugup muncul, entah kenapa. Haha. Lebay banget dah. Kalau beliau online saya cepat-cepat invis atau pasang status busy. Haha. Pasti saya sudah tidak normal ini.

Gugup karena kalau ditanya ga tahu mau jawab apa, sudah lama tidak bercakap dalam bahasa asing (inggris) terlebih lagi bahasa Belanda. Haha. Makanya suka deg-degan ga jelas. Tapi akhirnya saya memulai percakapan dengannya. Awalnya grogi banget, akhirnya mengalirlah dengan bahasa yang entah grammarnya berasal dari mana. Haha. Sampai pada kalimat yang membuat dia tidak mengerti, saya merasa konyol abis. Haha. Efek gugup ga bisa mikir, sama kayak pas wawancara dalam bahasa inggris sebenarnya simpel tapi karena gugup jadinya aja ng-blank. Hihi

Beliau dulunya adalah penganut katolik, tapi akhirnya hidayah itu datang kepadanya saat dia sedang bekerja di China. Keren banget dah dia jalan-jalan keliling Asia. Ih membuat saya kepingin juga. Enam tahun silam ia merasa aneh dan sendiri dalam keramaian, merasa hampa. Tiba-tiba saat kembali ke Holland dia bertemu dengan seorang bangsa arab saat penerbangan menuju London (orang arabnya). Dia bercakap dengan orang arab tersebut. Akhirnya entah kenapa dia merasa nyaman dengan orang arab tersebut. Dia mulai membaca artikel tentang islam, hingga akhirnya dia menemukan kedamaian itu. Dan dia pun masuk Islam.

Awalnya cukup sulit dengan keluarganya dan akhirnya dia tinggal bersama saudaranya dan meninggalkan orangtuanya yang masih menganut katolik. Dia memulai kehidupan barunya, menjalankan shalat dan ibadah lainnya. Hingga sekarang bahkan dia berencana belajar islam ke Arab.

Pokoknya amazing banget lah. Satu hal yang selalu mengagumkan dari seorang muallaf adalah ketekunan dia dalam mendalami Islam dan menguatkan kepercayaannya. Berbeda halnya dengan orang yang mungkin seperti saya yang lahir sudah muslim tapi beribadah masih abal-abal dan masih harus banyak belajar. Wah saya masih tertinggal jauh dari teman-teman saya.

Dan muallaf selalu sukses membuat saya untuk giat belajar dan belajar. Menjadikan ibadah adalah kebutuhan bukan kebiasaan bahkan hanya rutinitas yang terasa aneh jika tidak dijalankan.

Dan perkenalan dengan orang baru selalu terasa menyegarkan pikiran yang mulai jemu dengan rutinitas. Pemikiran baru dengan perbedaan budaya yang jauh. Sebenarnya Belanda sama Indonesia ga jauh beda. Bahkan dia menyukai makanan kita kayak sate, nasi goreng, dan dia cukup familiar dengan beberapa bahasa Indonesia zaman dulu seperti kamer (room), kantoor (office), bahkan dia memajang wajang doll (boneka wayang). Menurutnya Indonesia pastilah sangat bagus dan sebesar Eropa. Haha..

Banyak hal yang beliau ceritakan dengan bahasa yang kadang saya juga bingung, hanya menerka-nerka. Tapi membuat saya harus banyak belajar bahasa inggris saya yang kacau balau luar biasa😦

3 thoughts on “Cuap-cuap

  1. btul bgt mbak, biasa’a orang mualaf itu lbh giat dlm mmpeljari Islam. sya jg prnh pnya tmn, dia brkwarganegaraan jerman dn br msk Islam 2 thn. dn skrng dia hmpir mnghafal sluruh alquran.
    moga kita yg sudah dbri nikmat Islam sjak lahir bisa lbh smngat dlm mmpljari dn mnjadi umat Islam yg sjati.🙂

    salam hangat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s