Iri + Dengki


“Eh, bu tahu nggak si bu Ini baru beli mobil baru lhoo.. Gaya banget yha dia” kata si bu Itu.

“Ah, palingan uangnya hasil ngutang dulu biar keliatan gaya, kan kalau gitu ga berkah tuh barangnya, ntar juga cepet rusak atau kena maling” Jawab si Ibu Sini.

===

“Tahu nggak Ca, Ari kan mau berangkat ke Jerman bulan depan, lanjut S2 gitu.. Cool yhaa, banyak rezekinya..” Kata Sari.

“Oh yha? Wah, Subhanallah, luar biasa.. Semoga kita juga bisa yha.. Aku juga ingin kayak dia, bisa sekolah di luar negeri. Berarti kita juga bisa dong, hayuu cari beasiswa dan pendamping disana. Hehe :-p “

“yoiiii, mari berdoa dan berusaha, bismillah..”

====

Bagaimana menurut Anda kasus diatas? Kasus pertama mengindikasikan bahwa si Ibu Sini merasa iri dengan barang baru yang dimiliki Ibu Ini, terlihat dari ketidak sukaannya dari kalimatnya, bahkan inginbrang tersebut hilang dari ibu Ini. Beda halnya dengan kasus kedua, kasus kedua merasa iri dengan teman yang mampu melanjutkan S2 dengan biaya sendiri, namun disamping itu ia pun turut senang dan termotivasi untuk mendapatkan S2 melalui beasiswa. Pada kasus pertama, jelas hal itu merupakan perbuatan tercela, sedangkan pada kasus kedua ia merasa iri tapi malah membuat ia bisa termotivasi untuk menjadi baik juga. Keduanya memang iri tapi dampak yang timbulkan tentunya berbeda bukan?

Oke, guys, kali ini kita akan membahas sebuah perbuatan tercela yang sudah sama-sama kita ketahui yaitu Iri dan dengki. Wah ini perbuatan memang sudah maral melintang di dunia manusia dan sering sekali menjurumuskan manusia ke dalam lubang terdalam kenistaan. Hehe. Bahasanya.. Iri dan dengki itu tergolong perbuatan tercela dan merupakan salah satu penyakit hati. Hukumnya sudah sangat jelas HARAM. Nah, terus apa sih penyebabnya, salah satunya itu adalah emosi yang tidak terkendali atau marah sehingga mengakibatkan kita merasa iri dan dengki akan suatu hal yang terjadi disekitar kita. Kalau benih-benih penyakit sudah timbul, maka waspadalah! Karena si iri dengki itu dengan liciknya mampu memutuskan hubungan silaturahim dengan saudara-saudara kita. Tak hanya saudara seiman tapi juga saudara kandung lhoo.. Al hasad itu mampu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu.

Nah, di bawah ini beberapa hal yang tidak memberikan keselamatan pada manusia, yaitu :

  1. Prasangka.. Jangan bertanya pada prasangka, dan janganlah kita menuruti dari prasangka kita. Segala sesuatu harus based on data, fact, jangan cuma intuisi asumsi dan prasangka belaka.
  2. Berangan-angan. Nah, ini sering banget yha kejadian dalam kehidupan kita. Hayoo ngaku, berbeda ya antara mimpi/cita-cita dan angan-angan. Biasanya mimpi/cita-cita itu diraih dengan jalan yang bertahap, ada step-stepnya. Nah, kalau angan-angan ya cuma ngawang-ngawang aja. Untuk menghindarinya, marilah kita melewatkan angan-angan, biarkan ia hanya seperti angin yang berlalu begitu saja menerpa wajah kita. Janganlah kita memelihara angan-angan. Let’s back to the real world !
  3. Berhasad. Nah, yang ini jalan keluarnya adalah dengan cara jangan mencari-carinya. Hiduplah dengan penuh kedamaian.

Rasulullah pernah berkata bahwa, Umatku akan mengalami penyakit terdahulu seperti kejahatan, berbangga diri, berbanyak harta, berlomba dalam duniawi, berhasad, saling berjauhan, sehingga terjadi kezaliman yang mengakibatkan kehancuran.

Adapun beberapa penyebab dari iri dan dengki yaitu :

  • permusuhan dan kebencian
  • At-ta’ajuz (merasa diri lebih dari orang lain)
  • ta’ajub dan takabur (bangga dan sombong)
  • Takut kehilangan akan tujuan yang disukai
  • Cinta jabatan
  • Jiwa/hati yang jelek
  • Kikir/bakhil

Nah, berikutnya tingkatan iri dan dengki dari yang paling parah hingga ke rendah :

  • Senang dengan hilangnya kenikmatan pada orang lain walaupun kenikmatan tersebut tidak berpindah kepadanya
  • Senang dengan hilangnya kenikmatan pada orang lain dan berusaha mendapatkannya
  • Tidak senang dengan keadaan dirinya dan berharap keadaannya sama dengan orang lain dan jika tidak menyamainya ia berharap hal tersebut hilang dari orang lain.
  • Keinginan dirinya seperti orang lain, jika tidak dicapai, maka tidak ingin keadaan tersebut hilang dari orang tersebut.

Akibat dari iri dan dengki :

  1. Berharap hilangnya harta yang dimiliki orang lain
  2. Hati menjadi keruh, sedih, gelisah dengan cobaan yang menimpa dirinya
  3. Suka mencela, mencemooh, dan memutuskan hubungan orang lain
  4. Menganggap orang lain lebih rendah dan hina
  5. Suka berbohong dan ghibah dan mmbuka aib orang lain
  6. Menceritakan kebiasaan orang lain dengan maksud menghinakan dan merendahkan
  7. Menyakiti orang lain dengan kekerasan
  8. Menghalangi orang lain dalam menunaikan kewajiban agamanya, seperti membayar hutang, bersilaturahim, dll

Nah, sekarang ini dia obat mujarab penyakit diatas yaitu :

  • Mengenal dengan baik penyakit-penyakit hati terutama si iri dan dengki
  • Berusaha menghindari pangkal penyakit hati, yaitu sombong. Ya, seperti yang kita tahu sombong adalah pakaian/selendang kebesaran Allah. Manusia mana boleh berlaku sombong, bikin lalat aja ga bisa, kan atau semut yang sekecil itu?
  • Berteman dengan orang shaleh
  • Berlapang dada (qana’ah) dengan pemberian Allah kepada kita
  • Mengetahui akibat-akibat buruk dari penyakit2 hati terutama iri dan dengki
  • Memohon pada Allah agar dijauhkan dari iri dan dengki. Nah, ada di Surah Al-Hasyr : 10.

Jadi, mari teman-teman kita senantiasa memperbaiki diri kita yang tak ada apa-apanya ini. Manusia yang banyak salah dan khilaf.

#halaqahnotes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s