Winter 2012


Seperti biasa, aku duduk di depan komputer ku, menghitung neraca cashflow perusahaan kecil yang aku rintis beberapa tahun yang lalu. Secangkir teh menemani keseharianku dalam dinginnya udara musim dingin. Walaupun musim dingin hendak berlalu, berganti musim semi, namun dinginnya menusuk tulang tulang sendiku.

Hari ini seperti biasa, aku membuka grup chat ku, berharap menemukan sesuatu atau seseorang yang baru seperti biasa. Menemukan kenalan baru adalah hobby ku beberapa tahun terakhir. Setelah beberapa jam aku membaca grup seperti biasa, aku menemukan seseorang, yang menurutku cukup tertarik dengan agama yang baru beberapa tahun aku yakini.

“Assalam ‘Alaykum, nice to meet you” Sapaku pada nya, sambil berdebar aku tak tahu apakah dia seorang lelaki atau wanita, tapi entah mengapa aku memberanikan diri untuk berkenalan dengannya.

“Wa’alaikumsalam. nice to meet you too” dia menjawab ku ramah.
“Hi, my name is Andre. I am a moslem, well years ago, allhamdulillah. Are you a moslem as well?”
“yes, my name is Aira. so did you just revert to moslem? That’s great !”

Kemudian aku bercerita padanya terkait bagaimana aku menjadi seorang muslim. Waktu itu tahun 2004, aku baru menyelesaikan master ku, kemudian aku bekerja overseas di Thailand selama satu tahun. Lalu aku pindah ke China pada tahun 2005 dan bekerja disana selama satu tahun. Aku menekuni bidang tekstil disana. Karena sudah cukup membosankan, aku berniat kembali pulang ke negara ku. Well, my parents is wealthy enough, so they bought my flight ticket from china to netherland.

When I was on that plane, I met an Arabian guy, I chatted with him about Islam things. I didn’t know, I was tempted at that moment. Kemudian lelaki arab itu memberikan alamat emailnya padaku, barangkali kau tertarik untuk melanjutkan percakapan kami di pesawat. Tiba di negaraku, aku semakin tertarik untuk belajar mengenai islam. Aku mulai membaca buku, artikel, dan buku pertama yang aku baca adalah Don’t Be Sad karya Syaikh Al-Qarni. Dan itu merupakan buku favoritku. Lalu aku membaca buku The History of God karya Karen Armstrong.

Akhirnya aku memantapkan hati untuk meninggalkan kepercayaan ku sebelumnya. Dan aku memeluk agama Islam. Dan kau tahu, bagiku sangat sulit ketika kedua orang tuaku tahu. Mereka langsung menyuruhku keluar dari rumah. Tapi, aku sangat bersyukur, ada seorang saudara keturunan Jerman, yang sudah lebih dahulu memeluk agama islam, mau menampungku di rumahnya. Walaupun aku harus tinggal di garasi rumahnya, aku harus menelepon terlebih dahulu jika aku mau meminta minum dan masuk ke dapurnya, karena khawatir istri saudaraku itu sedang berada di lantai satu, dan hal hal lainnya. Namun, aku merasakan ketenangan yang luar biasa saat itu. Aku belajar bagaimana cara shalat dan menghafalkan doa yang ada di dalam shalat itu. Itu cukup sulit bagiku. Ketika aku harus berhenti meminum alkohol wine dan sejenisnya, makan daging babi yang itulah kesukaanku, itu hari hari sulit bagiku. Tapi Aku bisa melaluinya, hingga kini. Alhamdulillah.

Setelah aku bercerita panjang lebar terkait pengalamanku memeluk agama islam, aku melihat Aira cukup tertarik dengan ceritaku dan terlihat terkejut.

Kemudian aku bertanya ‘apa yang membuatnya yakin dengan agamanya?’

Aira hanya berkata, karena dari lahir keluargaku sudah muslim, jadi aku mengikuti agama keluargaku.

Aku bisa mengerti bahwa Aira, perempuan yang baru aku kenal beberapa jam yang lalu, sedang mencari apa itu hakikat seorang muslim. Ah, mungkin aku bisa bertukar pikiran dengannya. Ketika aku hendak, bertanya yang lainnya, tetiba Aira berpamitan padaku, karena sudah larut malam, untuk waktu di negaranya.

Akhirnya aku berpamitan, dan mungkin esok aku akan lanjutkan bertukar cerita dengannya.

February, 28, 2012..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s