Matahari dan Bulan


74921a2a9c70b188aa52432fcd708efc“Sekarang aku mengerti maksud statusmu itu, hehe” kata salah satu tetehku.

“Hah, status yang mana?” jawabku padanya.

“itu loh yang gue bilang, godaan sebelum nikah”

“Hooo… Hahaha.. Ya begitulah..”

Aku dan dia seperti Matahari dan Bulan memang. Dilahirkan dengan status sosial yang berbeda. Banyak cerita, antara luka, miris, dan bahagia tercipta. Aku tak pernah meminta untuk menemani sang matahari dengan segala kelebihan dan keelokannya. Juga tak pernah meminta menjadi bagian dalam sistem orbitnya. Perbandingan dimensi yang terlalu jauh. Suatu kali aku mengadu, aku merasa tak pantas berada di dekatnya, suasana yang hangat namun ia panas menyengat.

Banyak kalimat sumbang bertebaran, betapa hebatnya aku mampu menaklukan sang Matahari. Dengan segala keterbatasan yang kumiliki, menurut mereka aku begitu hebat. Tapi aku tegaskan, “aku bersama dengan jiwa dan raganya, bukan dengan segala kemewahan dan keelokan sinarnya, yang terkadang malah membakar harga diriku”.

Aku tidak memerlukan kemewahan dan terang sinarnya, jika ia malah melalaikan ku dari rendah hati akan temaram di ujung langit sana. Hanya mereka saja yang mampu memahami bagaimana perasaanku, bahkan mungkin ia tak pernah mengetahui bagaimana perasaanku berada di dekatnya. Biarlah, hanya aku yang tahu, dan Dia. Biarlah kelamnya langit malam menjadi tabir perasaanku dan aku tetap terang dikelamnya langit malam.

Dan semoga aku tetap menjadi diriku sendiri, terang di langit kelam.

4 thoughts on “Matahari dan Bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s