Imaji dunia mimpi


Sore ini hujan, alhamdulillah. Setelah seharian panas yang luar biasa. Hal yang paling kurindukan saat hujan adalah menangis sesenggukan mengeluarkan butiran butiran yang lama terpendam. Bukan kehendakku. Hanya saja, entah mengapa ia selalu datang tanpa kuundang. Sepenuh hati kutahan tapi tetap saja, ia mengalir deras membasahi bantal yang selalu kupakai untuk menutupi suara tangis. Walaupun rasanya sesak sekali tertutup bantal, setelah seminggu terakhir  kesulitan bernafas. Wew.

Baiklah si anak cengeng ini kembali berkubang dalam ketakutan yang sama. Makin parah malah. Karena anehnya kemampuan untuk membuka paket amplop saja, bisa membuat sakit kepala dan sesak nafas. Biasanya aku terbiasa dengan sakit kepala ini, tapi kali ini tak begitu. Gertakan tembok pun tak mampu menghentikannya. Ah. Padahal buka amplop doang. Toh isinya kan sudah pasti bukan bom atau virus zika yang sedang tren saat ini. Tapi kenapa? Mendadak keringat dingin tangan gemetar. Orang yang melihat akan menganggapku tengah menemukan ulat didalam amplop.

Hingga saat ini pun, paket itu hanya teronggok dibawah meja. Sengaja kuletakkan disana agar mataku tak hinggap dan sakit kepala sesak nafas dan beragam tamu lainnya tak datang mengetuk tubuhku yang tidak karuan ini. Orang lain yang kuceritakan pasti menganggapku si gila yang tengah kumat. Ah mungkin benar sekali. Aku yakin, saat orang-orang kuceritakan ini, mereka akan menganggapku tidak waras atau ah paling itu akal-akalanku saja.

Andai akalku bisa bekerja dengan baik, mungkin aku tak akan begini. Tapi, yasudahlah, hanya membuang waktu untuk menjelaskan perkara yang tak ingin dipercaya orang. Sulit.

Yang bisa dilakukan lagi lagi, membentengi semua pikiran dari hantu hantu jahat yang selalu datang malam malam setiap jam, hingga kau tak tahu lagi berapa kali kau terjaga dari tidurmu, atau bahkan kau acapkali tak tidur semalam suntuk. Paginya sudah bisa ditebak! Shubuh shubuh aku akan tersungkur menangis, kenapa begini lagi?

Kesalnya, kenapa mimpinya dengan subjek dan objek yang sama, yang berbeda hanyalah latar cerita. Jika dibandingkan dengan the conjuring movie, aku lebih senang dengan menonton itu berkali kali semalam suntuk dibandingkan dengan mimpi2 yang selalu bertandang saat tidurku.

Mereka bilang harus direlakan, ikhlas!! Aku mencoba, kau tahu? Tapi, subconcious mind ku sudah membuat benteng tebal agar tak mengingat sesuatu hal yang membuatku sakit, bukan lagi hati tapi sudah menimpa otak, dan menurut dokter bisa saja berpengaruh terhadap makhluk kecil yang selalu berada bersamaku. Aku sudah cukup mendengar hal hal negatif akibat pikiran bawah sadarku yang terlalu canggih dalam bekerja tanpa kontrolku, ditambah lagi kicauan dokter yang begitu mengguncang pikiranku tentang effect yang bisa didapatkan kepada si makhluk mungil ini, walaupun tidak ada experience yang pasti terkait ini, tapiiii tetap saja(!). Ibarat sudah jatuh dari pohon, ketimpa durian pula.

Rasanya ingin kuputar kembali waktu, waktu dimana aku bisa hidup dengan baik, dengan sehat baik jiwa maupun  raga. Ah mungkin kau menganggap drama cerita sinetron ini terlalu lebay. Tapi bukannya alur drama sinetron banyak yang begitu??

Hingga…… pemikiran ala sinetron datang. Haruskah aku berpisah? Ketika kau menjadi beban untuk orang lain, bukankah wajar jika kau berpikir untuk pergi? Karena tak ada yang tahu berapa lama bisa kembali sehat baik fisik maupun psikis. Daripada hidup mempermalukan orang lain, mengapa tak hidup dengan baik disini saja bersama orang orang yang menerima apa adanya, tanpa tuntutan apapun. Daripada hidup terpuruk, atau berpura pura baik baik saja, padahal kau amat sangat tidak baik.

You think, everything is okay, but it is not. You think, all will be well, but it won’t be.

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s