Last Month Pregnancy


49 days in Leeds. Waiting my beloved BB, you may call her Baby Burley, when she arrives here. Haha. Lama jarang buka blog, lalu teringat untuk sharing tentang kehamilan di UK, yang menurut saya very amazing, but sometimes annoying with the procedure, but better from Indonesia.

Sebenarnya sharing lengkapnya lebih enak kalau usia kandungan sejak awal, karena proses pemeriksaan yang sangat signifikan dan menyeluruh, plus tanpa kita minta, hehe. Saya datang ke Leeds, UK saat usia kandungan 30 weeks with no health document or maternity notes from previous Obgyn, jadi GP nya sedikit kaget. Tapi Alhamdulillah ketemu midwife yang ramah dan penyayang, Mrs. Gillian.

Bedanya pemeriksaan di Indonesia dan disini apa sih? *Based on my experience, will vary for some people*

Dulu saya ke Obgyn di Indo kalau periksa cuma USG doang dan suntik TT, dapet scan USG udah deh. Rasanya nggak pernah ditanya ini itu tentang riwayat kesehatan apalagi dirujuk untuk melakukan tes darah dan sebagainya.

Nah kalau disini, kita check up itu sama Bidan/Midwife.  Awal-awal di tes darah buat tahu golongan darah, rhesus +/-, Rubella, Siphylis, HIV, Tokso, dll. Setiap check harus bawa sampel urin buat di tes ada kadar protein atau nggak. Kalau punya riwayat diabetes di keluarga langsung disuruh tes darah atau di kenal GTT (Glucose Tolerance Test). Tapi GTT ini hanya bisa dilakukan ketika uk <20 weeks, makanya pas saya sudah tidak berlaku.

Terus masalah USG, disini standarnya hanya dilakukan sebanyak 3 kali selama kehamilan. di awal, di uk 20 weeks untuk mengetahui ada kelainan pada janin, cem Down Syndrome, terus scan anatomy. Kemaren Obgyn disini insist buat scan anatomy si BB, tapi karena BB udah terlalu tua usianya, jadi anatomy nya udah kebentuk dan tertutup, terutama otak, karena BB sudah jadi baby beneran nunggu hari baik untuk lahir hehe. Nggak papa lah ya, yang penting BB sehat. Amiin.

Tapi pengecualian sih, selama 1 bulan disini saya melakukan 3 kali scan, 2 kali Growth scan (BB terlalu langsing untuk ukuran seorang bayi, jadi Midwife nya precaution). Terus 1 kali Anatomy Scan, which is some body component cannot be detected due to late gestation.

Terus beda pengalaman lainnya disini dikasih Maternity Notes berisi dokumen-dokumen perkembangan BB, dari brosur iklan, sampai hasil tes dan scan (dapet gratisan 1 hasil USG), padahal kalau mau hasilnya diprint harus bayar 6 pound ~ 120rb/lembar. Dan kalau check up ndak boleh lupa bawa si Maternity Notes.

Di Indonesia juga ada kali ya (saya mah sih nggak ngerasa punya, apa nggak aware ya?).

Yang lebih menarik menurut saya adalah, Health Visitor. Jadi setelah lahiran, nanti akan datang Health Visitor untuk mengontrol perkembangan BB. Jadi kalau ada apa-apa tinggal hubungi HV, nanti dia datang ke rumah. Terus kita dikasih yang namanya Red Book. Isinya mirip kayak di Posyandu itu loh, perkembangan bayi. Bedanya, di Indonesia kita yang dateng, disini kita didatengin. Dikasih surat, telepon, atau sms.

Selain itu kita bisa Claim Voucher Gift Gratis dari lokal market terdekat untuk kebutuhan bayi kayak baby toiletries, nappies/diapers, baby wipes, dll. Sekalian promo produk Johnson&Johnson dan Pampers kali ya..

Pokoknya asik dan amazing sih hamil di luar negeri itu😀

2 thoughts on “Last Month Pregnancy

  1. Hai assalaamu’alaikum mbak salam kenal, saya suka baca2 blognya mbak 😊

    Mau tanya dong mbak, kalau di luar negeri perawatan untuk ibu habis melahirkan seperti apa? Kalau di Indo kan biasanya ibu habis melahirkan tu “diharuskan” pake gurita/stagen/korset dan minum jamu2an yang katanya untuk pemulihan rahim, kalau di LN gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s